Bidadari Dari Negeri Ginseng

Bias Divhanka
Chapter #12

Pertanyaan yang Belum Memberikan Jawaban

FLASHBACK


Semarang menyambut mereka dengan angin laut yang lembut. Kota Lama, bangunan-bangunan tua, Gereja Blenduk, hingga Lawang Sewu menjadi bagian dari perjalanan mereka hari itu.

Hae-rin sibuk mengambil foto hampir di setiap sudut. Sementara Seo Yeon lebih banyak diam. Ia menikmati perjalanan itu. Namun pikirannya terus kembali pada pertanyaan yang muncul sejak Yogyakarta.

Tentang azan.

Tentang salat.

Tentang orang-orang yang rela meninggalkan pekerjaan mereka demi sesuatu yang tidak bisa ia lihat.

Saat mereka berada di Lawang Sewu, suara azan kembali terdengar dari kejauhan.

Lirih.

Jauh.

Namun cukup jelas untuk membuat Seo Yeon menoleh.

Ia mendengarkan sampai suara itu perlahan menghilang bersama angin.

“Seo Yeon-ssi.”

Panggilan Puspa membuatnya tersadar.

“Hm?”

“Kita lanjut.”

Seo Yeon mengangguk.

Namun kali ini, suara itu tidak langsung hilang dari pikirannya.

Hari-hari berikutnya berlalu.

Malang memberi mereka udara sejuk dan tawa Hae-rin yang tidak pernah habis.

Di Kampung Warna-Warni Jodipan, Hae-rin berlari kecil dari satu sudut ke sudut lain.

Memotret mural.

Lihat selengkapnya