Bidadari Dari Negeri Ginseng

Bias Divhanka
Chapter #19

REZEKI Tak Terduga

Seminggu setelah foto itu diunggah, kehidupan Seo Yeon masih berjalan seperti biasa.

Pagi hari, ia membantu Puspa membersihkan rumah. Siang hari, ia belajar bahasa Indonesia. Dan malam hari, ia menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur'an dan mengikuti kajian daring yang direkomendasikan teman-teman komunitas Muslimah. Tak ada yang berbeda. Setidaknya, begitulah yang ia kira.

Sore itu, Puspa sedang mencuci piring ketika suara notifikasi ponselnya berbunyi berkali-kali.

Ting.

Ting.

Ting.

Ting.

Awalnya, ia mengabaikannya. Namun, suara itu tak kunjung berhenti. Dengan heran, Puspa mengambil ponselnya. Matanya langsung membelalak.

“Astaghfirullah...”

“Ada apa?” tanya Seo Yeon yang sedang duduk di ruang tamu.

Puspa menatap layar ponselnya selama beberapa detik. Lalu menatap Seo Yeon. Kemudian kembali menatap layar. “Kurasa... ada sesuatu yang sedang terjadi.”

“Apa maksudmu?”

“Kau harus melihat ini.”

Seo Yeon mendekat. Di layar ponsel, foto dirinya yang mengenakan hijab biru muda pemberian Puspa beberapa waktu lalu telah dibagikan ratusan kali. Komentarnya pun terus bertambah setiap menit.

“Masya Allah, cantik sekali.”

“Siapa muslimah Korea ini?”

“Parasnya lembut banget.”

“Masya Allah, semoga istiqamah.”

“Ini mualaf dari Korea?”

Seo Yeon membaca komentar-komentar itu dengan bingung. “Kenapa mereka membicarakanku?”

Puspa tertawa gugup. “Karena fotomu sedang viral.”

“Hah?”

Seo Yeon benar-benar tidak mengerti.

Baginya, itu hanyalah foto biasa. Namun, bagi banyak orang, wajah dan kisah hijrahnya ternyata menarik perhatian.

Hari-hari berikutnya menjadi semakin tidak terduga. Jumlah pengikut akun media sosial Puspa meningkat drastis. Banyak orang mulai bertanya tentang Seo Yeon.

Tentang asal-usulnya.

Tentang perjalanannya mengenal Islam.

Tentang perjuangan yang membuatnya rela meninggalkan kehidupannya di Korea.

Puspa awalnya hanya menjawab seperlunya. Namun, sebuah unggahan yang menceritakan kisah hijrah Seo Yeon membuat perhatian publik semakin besar.

Ribuan orang membagikan kisah tersebut.

Ratusan komentar berisi doa memenuhi kolom unggahan.

“Semoga Allah menjaga langkahmu.”

Lihat selengkapnya