BILUR

Ayu S Sarah
Chapter #1

Chapter 1

Ada hal-hal yang terasa nyata setelah jam sebelas malam—lapar, kesepian, dan keyakinan bahwa seseorang di luar sana pasti diciptakan untuknya.

Malam hari yang cerah pada bulan Juni, namun pengap dan lembab. Udara menempel di kulit seperti lapisan tipis yang mengganggu. Kipas angin mendesis pelan di sudut kamar, menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruang. Palupi Ranjana, badannya gelisah—berguling ke kanan lalu ke kiri di atas tempat tidur, dengan layar ponsel yang menyala.

Di meja samping tempat tidurnya masih ada mug kopi yang belum sempat dicuci sejak pagi, berdampingan dengan buku yang sudah beberapa hari berhenti di halaman yang sama. Palupi sempat meliriknya, lalu memalingkan wajah. Malam ini ia tidak sedang ingin menjadi dirinya yang produktif.

Pikirannya sempat melayang ke nilai Rupiah yang melemah—wajar, ia seorang akuntan. Tapi alih-alih membiarkan rasa cemas menguasainya, ia langsung menepisnya sendiri. Ah, semua pasti membaik. Aku baik-baik saja sekarang. Ia bangun dari tidurnya, menghampiri meja kerjanya, meneguk air putih, kemudian kembali rebahan.

Kegelisahan seperti ini bukan tamu yang datang sesekali. Ia sudah hafal jamnya—selalu pada waktu yang sama, selalu dengan rasa yang sama persis.

Palupi menatap jauh ke luar jendela. Ia sudah kehilangan hitungan, berapa kali berharap dapat menemukan cinta, lalu pulang membawa kecewa. Ia ingat beberapa nama yang pernah membuatnya berharap. Ironisnya, dari kebanyakan harapan itu, ia sudah tidak ingat lagi. 

Kadang ia bertanya-tanya, mana yang akan datang lebih dulu: cinta itu sendiri atau keberanian untuk berhenti mencari.

Ia juga tidak tahu sejak kapan ia mulai menghindari cermin sebelum tidur. 

“Mungkin cinta terlalu banyak untuk diminta?!” suara itu nyaris hanya terdengar oleh dirinya sendiri.

Lihat selengkapnya