Mentari Senja memeluk bantal boneka berbentuk beruang itu begitu erat hingga mata boneka yang dijahit dengan benang hitam seolah hampir terlepas. Ia melirik jam di sudut layar komputer, pukul 21.30. Entah sejak kapan waktu berjalan begitu cepat, lebih dari separuh harinya habis di ruangan ini.
Layar komputer masih nyala. Beberapa aplikasi terbuka bersamaan, masing-masing menyisakan pekerjaan yang belum selesai. Grup percakapan kantor masih ramai, membicarakan kinerja perusahaan, permintaan data, dan beberapa daftar pekerjaan yang mesti segera dipenuhi. Notifikasi terus bermunculan;
Data cabang sudah masuk?
Tolong revisi laporan.
Besok pagi kita bahas ya.
Meja kerja penuh sesak oleh map dan berkas. Bahkan untuk meletakkan gelas kopi pun ia harus meminjam sedikit ruang di meja kerja rekan sebelahnya.