Blurb
Di pinggiran kota yang kumuh, ada keluarga Bimadi yang bertahun-tahun menjadi penghuni tetap dan mencoba bertahan menghadapi kehidupan dengan cara mereka sendiri.
Sang ibu, Ruminah hidup dalam dua sisi: pagi yang kusut dan semrawut penuh utang dan malam gemerlap bernyanyi untuk menghibur di bar. Suaminya sekaligus kepala keluarga, Budi, pulang tanpa membawa harapan setelah memutuskan berhenti bekerja dan merantau dari Jepang. Yang ia bawa hanyalah sesuatu yang lebih dari sekedar kegagalan, sebuah "penyakit lama" yang tidak pernah benar-benar hilang. Penyakit yang kata orang Jepang sana sebut sebagai penyakit 'bimbo yusuri', penyakitnya orang miskin.
Di tengah hidup yang semakin susah disertai bayang-bayang Broto, rentenir kejam yang selalu mempersulit hidup mereka, sebuah insiden tidak terduga tiba-tiba saja terjadi. Mayat Broto, rentenir kejam itu ditemukan tepat di depan rumah kumuh mereka saat malam gelap bersama hujan deras yang turun membabi buta. Tak ada saksi yang melihat, kecuali keluarga itu sendiri.
Kini, bukan hanya kemiskinan yang harus mereka hadapi namun juga kebenaran serta rahasia yang dapat membuat hidup sebuah keluarga berada di ujung tanduk. Seberapa jauh keluarga miskin nan melarat ini dapat melangkah... demi tetap utuh?