Anya baru saja pergi tiga puluh menit yang lalu, menyelinap keluar lewat pintu belakang studio dengan sebuah taksi daring yang dipesan menggunakan akun palsu. Aroma parfumnya masih tertinggal samar di sofa kain tua, namun kedamaian yang dirasakan Rafi beberapa jam lalu menguap tanpa sisa begitu ia menyalakan komputer utamanya.
Sebuah bilah peringatan berwarna merah berkedip di pojok kanan bawah monitornya.
> **[SECURITY ALERT: CLOUD STORAGE SYNC BREACH]**
> *Warning: Your encrypted folder 'Encrypted_Root' was accessed and duplicated from an unrecognized IP address: 103.22.107.XX (Jakarta Pusat) on June 21, 2026, at 15.42 WIB.*
>
Tangan Rafi gemetar di atas tikus komputer. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Ia memeriksa riwayat akses. Seseorang tidak hanya meretas awan penyimpanannya; mereka telah mengunduh seluruh file mentah (RAW) foto-foto Anya di Pelabuhan Sunda Kelapa, termasuk foto *close-up* tanpa filter yang merekam keintiman nyata di antara mereka berdua.
*Bzzzt.*
Ponsel Rafi bergetar. Sebuah pesan masuk dari Signal, dari kontak anonim yang sama yang mengirimkannya cek uang muka.
### **[ENCRYPTED SIGNAL CHAT - COMPROMISED]**
> **[Sender: Unknown / Client Proxy]**
> 💬 *Terima kasih atas kerja samanya, Rafi. Karena kamu terlalu lambat dan mulai pakai hati, tim IT kami terpaksa mengambil file-file itu secara mandiri dari servermu. Cek pelunasan sudah ditransfer ke rekening studiomu. Proyek selesai. Selamat atas pameran tunggalmu nanti.*
> 💬 *[Lampiran File: Dokumen PDF bukti transfer bank senilai Rp500.000.000,-]*
>