BINAR CAHAYA INFLUENCER

ahmadbarnash
Chapter #12

Obsesi di Kolom Komentar

## BAB 12: Obsesi di Kolom Komentar

Pintu kamar utama dikunci dari dalam. Kamar yang biasanya rapi kini berantakan; beberapa pakaian tergeletak di lantai, gorden ditutup rapat hingga tak ada seberkas pun cahaya matahari Menteng yang diizinkan masuk. Satu-satunya sumber cahaya di ruangan kelam itu berasal dari layar iPhone yang memantulkan pendar biru pucat ke wajah Anya Pramesti.

Anya duduk bersandarkan pintu, memeluk kakinya. Matanya bengkak, merah, dan tatapannya terpaku lekat pada kolom komentar unggahan terakhir suaminya. Jarinya melakukan gerakan mekanis yang mengerikan: geser ke bawah, lepas, tunggu lingkaran pemuat (*loading*) berputar, lalu baca. Atas, bawah, atas, bawah. Segarkan halaman (*refresh*) setiap sepuluh detik sekali.

Ia tahu ini adalah tindakan masokistis yang perlahan-lahan membunuh sisa warasnya. Namun, ia tidak bisa berhenti. Di kepalanya, suara-suara netizen itu tidak lagi berupa teks digital, melainkan gema nyata yang saling berteriak, menghakimi, dan membedah organ-organ kehidupannya seolah ia sedang diautopsi hidup-hidup.

Dunia maya telah sepenuhnya terbelah. Di bawah rilis pernyataan resmi Reza, internet melahirkan dua monster baru yang saling hantam menggunakan tagar: **#TeamAnyaRafi** melawan **#TeamRezaAnya**.

### **[WAR DIGITAL: COMPARISON OF RADICAL SENTIMENTS]**

#### **Kubu #TeamAnyaRafi (Aliansi Kebebasan & Romantisme Tragis)**

Kubu ini didominasi oleh netizen Twitter/X berusia muda, akun-akun pencinta sastra, serta beberapa aktivis kesehatan mental abal-abal yang menjadikan perselingkuhan Anya sebagai simbol perlawanan terhadap pernikahan patriarki yang toxic.

> **@Rere_HatiSuci:** *"Kalian semua yang ngehujat Anya tuh munafik banget asli. Kelihatan banget dari foto-fotonya Rafi kalau Anya menderita selama ini sama Reza yang dingin kayak kulkas dua pintu. Perempuan juga berhak nyari bahagia! #TeamAnyaRafi #CintaGaBisaDipaksa"*

Lihat selengkapnya