BINAR CAHAYA INFLUENCER

ahmadbarnash
Chapter #17

Isolasi Dunia Nyata

Dinding apartemen sewaan di Jakarta Selatan ini seolah perlahan bergerak merapat, mengikis ruang gerak Anya hingga ia nyaris tak bisa membedakan antara fajar dan sepertiga malam. Bau apak dari saluran air yang tersumbat beradu dengan aroma mi instan dingin yang sudah mengeras di atas meja dapur portabel. Anya tidak makan sejak kemarin. Tubuhnya menolak nutrisi, seolah lambungnya ikut mengecil seiring dengan menyusutnya dunia nyatanya.

Pukul 10.00 WIB, sebuah kurir instan mengetuk pintu besi apartemennya. Tidak ada paket kosmetik premium atau karangan bunga seperti dulu. Yang datang adalah sebuah amplop cokelat tebal berlogo firma hukum **Ardiansyah & Partners**.

Dengan tangan bergetar, Anya merobek amplop tersebut. Di dalamnya terdapat surat somasi formal dan penetapan pembatasan hak asuh sementara yang ditandatangani oleh kuasa hukum Reza.

> **...Menyatakan bahwa demi kepentingan terbaik tumbuh kembang mental anak di bawah umur (Arka Ardiansyah dan Kayla Ardiansyah), Sdri. Anya Pramesti dilarang keras melakukan kontak fisik, mendekati kediaman Menteng dalam radius 500 meter, ataupun menjemput anak dari sekolah tanpa pendampingan tim hukum resmi dari Saudara Reza Ardiansyah...**

Anya meremas kertas tersebut hingga membentuk bulatan tak beraturan, lalu melemparkannya ke sudut ruangan. Air matanya sudah kering, digantikan oleh rasa perih yang membakar di balik kelopak matanya. Ia meraih ponsel cadangannya, mencoba menghubungi ibunya di Bandung.

*Panggilan pertama... dialihkan.*

*Panggilan kedua... ditolak.*

Satu menit kemudian, sebuah pesan singkat masuk dari nomor ibunya. Bukan kata-kata penenang, melainkan sebuah pengasingan moral dari darah dagingnya sendiri.

> **[SMS - Ibu]**

Lihat selengkapnya