Bingkai Cinta yang Salah (Apakah Kita Harus Memaksa?)

aisyah nur hanifah
Chapter #5

MENGAPA BEGITU CEPAT, KAK?


SESAMPAI DI RUMAH

Hatiku kelu, saat aku memandang kondisi mama yang terbaring lemah dan lesu tak berdaya. Bahkan sudah ada beberapa warga di Rumahku yang memakai lencana putih dan selendang kuning di pinggang.

Ada baanyak kemenyan telah dibakar, menandakan rumahku telah berduka saat ini. Aku berlari kedalam rumah mencari setiap sisi keberadaan mama seraya hendak memeluknya erat.

DAN TEPAT DI HADAPANKU

Jenazah kak Reno telah terbaring kaku dengan luka lebam di seluruh tubuhnya.

Hatiku semakin kelu, aku langsung memeluk jenazah kak Reno dengan erat. Aku menangis seraya tersedu-sedu, sungguh aku tidak ingin melepas kepergian kak Reno begitu saja.

Sungguh, sepertinya ini adalah cara Hyang Widhi Dewa Hanoman memberikan cinta kepada keluargaku untuk lebih tabah serta ikhlas.

(“Kakak, aku berjanji akan membantu keluarga kita agar kembali seperti dulu. Aku berjanji akan membangun perusahaan keluarga kita lagi.”) ucapku.

Lihat selengkapnya