Bingkai Cinta yang Salah (Apakah Kita Harus Memaksa?)

aisyah nur hanifah
Chapter #7

PILIHAN YANG SULIT


SESAMPAINYA DI BALLROOM HOTEL

Sepanjang jalan menuju hotel, Ilham terus menggenggam tanganku erat. Dia juga mengatakan selain memperkenalkan aku sebagai rekan bisnisnya, dia akan memperkenalkan aku sebagai calon istrinya didepan bibi dan keluarga besarnya.

Aku yakin, dengannya adalah babak baru terindah yang akan selalu membuatku bahagia. Walaupun ini tidak mungkin, tapi keyakinan dia terus membuatku yakin bahwa ini adalah takdir yang menguatkan.

“sayang jangan takut, aku bersmaamu”

“tenang saja, aku tidak serapuh itu. Cincin dan cinta kita telah menguatkanku.” Kataku dengan sangat yakin didepan Ilham.

Ballroom yang sangat indah berdekorasi putih, dengan hiasan bunga mawar berwarna merah muda menghiasi dinding dengan sangat indah.

Tampak didalamnya juga telah terlihat banyak keluarga Ilham menyambut dengan suka dan bahagia, seperti ada acara yang besar menyambut Ilham pagi ini

“Ilham, apakah kita tidak salah memasukkan ballroom? Kamu yakin kita akan bertemu dengan bibi disini?.” Tanyaku pada Ilham agak sedikit bingung.

“Iya sayang, ini ballroom yang dipilih bibi untuk bertemu denganmu. Aku juga bingung kenapa banyak orang disini, seperti ada acara pesta saja. Lihat, itu bibiku. Ayo kita kesana, dan aku juga ingin segera menanyakan acara siapa ini?”

Aku melihat wanita separuh baya dengan dress putih panjang bertabur batu berlian. Dihiasi dengan kalung mutiara cantik di lehernya, tampak jelas bibi Ilham cantik berwajah oriental cina.

Rambutnya yang panjang sebahu tidak memperlihatkan usianya yang telah menginjak 50 tahun. Kakinya yang jenjang dengan sepatu heels kaca juga semakin membuatnya sangat anggun dan berkelas.

“Bibi, perkenalkan, ini Zora yang aku ceritakan”

“wah, finally salam kenal Nona Zora, akhirnya saya bertemu dengan anda. Saya sangat suka sekali dengan project yang anda berikan, semua ulasannya sangat bagus dan keren sekali, saya percaya bekerjasama dan berinvestasi dengan perusahaan anda adalah pilihan yang tepat , karena itu saya tidak ragu dan langsung memberikan toko saya pada anda untuk anda kelola dengan baik. Oh ya, perkenalkan nama saya Sunny.”

“Salam kenal nyonya Sunny, dan terimakasih atas pujiannya.”

“Besok, kita bisa langsung mulai projectnya, asisten pribadi saya akan mengantar anda langsung ke toko, dan malam ini pencairan dana akan langsung dikirim, jadi anda bisa langsung memulai usahanya.”

Mendengar pernyataan dari bibi Ilham, hatiku bersorak bahagia. Dewa, aku tidak mengira bahwa restu yang engkau berikan luar biasa, engkau gantikan duka laraku dengan hadiah terindah. Ayah dan kakak pasti bangga melihat pencapaian kesuksesanku dari nirwana, aku telah menepati janjiku kepada mereka.

“oh ya bibi, ada acara apa ini ? Kenapa banyak tamu VIP dan keluarga hadir ?”

Bibi Sunny tertawa pelan seperti mendengar pertanyaan lucu yang dilonarkan Ilham padanya

“Ilham, kamu lupa ya ? Ini acara engement.”

Deg, engement? Siapa? Ilham? Tidak mungkin

“Bersiaplah, acara akan kita mulai Ilham. Tamara sudah menunggu bersama keluarga”

Lihat selengkapnya