Bingkai yang Retak

Denns
Chapter #3

Bukti di Layar

"Sesi foto hari ini sudah selesai," kata Adam sambil memasukan kameranya kembali ke tas ransel.


Pria berjas hitam itu hanya mengangguk dingin tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mengantarnya keluar hingga ke gerbang besi tinggi yang langsung dikunci rapat.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Adam terus terngiang-ngiang oleh kalimat Naya yang diucapkan dengan sangat pelan di rumah kaca tadi.


'Foto yang tadi... jangan pernah kamu hapus.'


Begitu sampai di studio, Adam langsung mengunci pintu dari dalam. Ia menghembuskan napas panjang, meresapi keheningan ruangannya yang cukup redup tanpa menyalakan lampu utama.


Mengapa Naya sengaja membiarkan lebam itu terlihat? Mengapa pria berjas itu begitu tergesa-gesa menyudahi pemotretan? Dan yang paling membuat Adam gelisah: siapakah "Ayah" yang dimaksud oleh gadis itu?

Jemari Adam sedikit gemetar saat melepas kartu memori dari kamera, lalu memasukkannya ke dalam card reader. Dalam hitungan detik, belasan berkas foto hasil pemotretan pagi tadi mulai terunggah ke layar monitor.


Adam menggeser kursornya, melewati beberapa foto pertama yang memperlihatkan Naya sedang memegang cangkir teh. Komposisinya memang indah. Cahaya alami rumah kaca membuat kemeja batik biru tua bercorak emas yang dikenakan Naya tampak begitu hidup. Namun, kecantikan itu terasa hampa—seolah-olah Adam sedang memotret sebuah boneka mahal yang dikurung di dalam sangkar emas.


Adam terus menggeser foto hingga ia menemukan foto jepretan pertamanya—foto saat matanya menangkap kejanggalan di leher Naya.

Ia mengklik foto tersebut, lalu memperbesar (zoom in) gambarnya hingga seratus persen pada area rahang dan leher sebelah kiri Naya.


Seketika itu juga, tangan Adam berhenti bergerak. Di kulit leher Naya yang mulus dan pucat, bekas kebiruan itu terlihat sangat jelas. Itu bukan sekadar lebam akibat jatuh atau benturan tak sengaja. Ada lima titik memar yang membentuk pola lingkaran samar—bekas cengkraman lima jari manusia yang menekan sangat kuat.

Lihat selengkapnya