Bintang di Langit San Francisco

Yunda pramukti
Chapter #1

Bintang

Malam hari ini, tanggal tujuh dibulan Maret. Malam minggu, terlihat jalan raya yang padat dengan mobil berlalu lalang. Langit pada malam hari ini sangat cerah. Banyak bintang menerangi cahaya menuju bumi, sehingga memancarkan cahaya lebih terang dari biasanya. Namun, dari banyaknya bintang di langit, Langit memilih satu Bintang. Ya, malam ini, Langit Saka Bumi memilih Bintang Cahaya Jingga untuk menjadi pasangan seumur hidupnya setelah tujuh tahun berkenalan. Langit memilih untuk membangun keluarga kecilnya bersama Bintang, berjanji untuk selalu bersama dalam keadaan susah dan senang, suka dan duka, apapun keadaannya.

Bintang, adalah seorang perempuan yang cantik dan mandiri. Sebelum ia bertemu dengan Langit, ia terbiasa menjalani kehidupan di usia sembilan belas tahunnya sendiri, terpisah dari keluarganya karena ia berkuliah di Bandung, sedangkan keluarganya menetap di Jakarta. Pada saat awal kedatangannya di kota Kembang, ia memiliki seorang kekasih hati. Maklum saja, parasnya yang cantik, tentu memikat laki-laki untuk menjadi pujaan hatinya. Hari demi hari nya diisi dengan kegiatan perkuliahannya, lalu dilanjutkan dengan jadwal bertemu dengan pacarnya. Namun, tiba-tiba tanpa dengan alasan yang jelas dan terkesan mengada-ada, pacarnya membatalkan secara sepihak untuk bertemu dengannya. Tidak terima dengan keputusan pacarnya, ia pun langsung menelpon pacarnya dan meminta penjelasan. Mereka berdebat hebat, lalu karena kesal dan emosi, mereka pun memutuskan hubungan pacaran mereka.

Setelah momen pertengkaran itu, Bintang belum sepenuhnya move on. Namun, ia berusaha untuk bisa melupakan sepenuhnya mantan kekasihnya itu. Dari hari ke hari, ia memanfaatkan waktunya dengan berkuliah, berkumpul dengan teman-temannya, mengikuti kegiatan kampusnya, dan mengisi banyak hal positif lainnya. Di tengah-tengah kesibukannya itu, ia yang sedang mengikuti seminar mendapatkan telepon genggam yang sedang ia pegang itu bergetar. Ia segera keluar sejenak dari kelas seminar itu, lalu ia melihat ke arah telepon genggam nya. Rupanya ada sebuah pesan singkat dari seorang kakak kelas, yang juga merupakan mantan kekasih pada masa SMA nya. Ia yang membaca pesan itu sangat kaget, karena persoalan cinta masa lalu mereka yang rumit, yang membuat antara hati dan pikiran tidak sejalan karena adanya perbedaan keyakinan, lalu dibiarkan menggantung begitu saja, dan tiba-tiba mantan itu muncul kembali setelah komunikasinya terputus. Ia tidak langsung membalas pesan tersebut. Ia segera kembali ke dalam kelas seminar tersebut lalu mengikutinya hingga selesai. Setelah selesai, ia kembali ke apartemen yang ia tempati lalu beristirahat. Setelah beristirahat, ia berpikir dan berniat untuk membalas pesan tersebut. Di dalam pesan tersebut, mantan itu menuliskan pesan bahwa dirinya ingin menemui Bintang di apartemen nya. Awalnya Bintang bimbang dengan keputusannya, apakah ia akan menemuinya, karena memang ada yang masih menggantung, ataukah dibiarkan saja karena memang sudah masa lalu. Hingga pada akhir keputusannya, ia menerima permintaan mantan SMA nya itu.

Pada Senja di hari Senin itu, mantan SMA nya itu tiba. Rasa kikuk, kaku dan bingung menyelimuti mereka. Tapi entah mengapa, senyum adalah reaksi awal mereka saat bertemu kembali. Ia mempersilahkan masuk ke dalam apartemen kecilnya. Lalu sedikit demi sedikit, suasana yang awalnya kaku itu menjadi cair, saling menceritakan masa lalu dan masa saat mereka tidak lagi bersama. Mantan SMA nya itu pun menjelaskan bahwa dia yang awalnya berkuliah di kota Gudeg akan berpindah ke Bandung. Mantan SMA nya itu menginap tidur di sofa selama lima hari, sengaja meluangkan waktunya untuk Bintang. Sedangkan Bintang tetap melakukan kegiatannya sehari-hari dengan perkuliahannya. Namun di akhir-akhir masa kunjungannya, saat Bintang sedang duduk santai di depan teras balkon apartemennya, mantan SMA nya itu mendekatinya dan akhirnya menjelaskan maksud kedatangannya, bahwa sebenarnya dia masih belum bisa melupakan Bintang, namun dia pun tahu bahwa jalinan kasihnya tidak dapat dilanjutkan karena perbedaan. Maka saat itu mereka menuntaskan rasa mereka yang dulu belum sepenuhnya selesai. Bintang, yang juga memiliki rasa yang sama, bersepakat untuk melepaskan semua rasa itu, hingga mereka bisa berjalan maju untuk kehidupan selanjutnya. Mantan SMA nya itu pun berterima kasih dan pamit dengan Bintang.

Di masa kesendiriannya, Bintang yang memang multitalented, mulai mencari kesibukan lain di sela kuliahnya. Ia mencoba peruntungan di bidang modelling dan ackting. Beberapa kali ia mencoba peruntungan di lomba-lomba modelling, hingga sempat mendapatkan tawaran untuk tampil di iklan, juga menjadi figuran di salah satu sinetron yang viral saat itu. Namun karena kesulitan membagi waktu antara hobi dan kesibukan kuliahnya, akhirnya Bintang memutuskan untuk fokus dalam studinya. Sesekali ia bosan dengan kegiatan yang terasa berulang itu. Di kala bosan, ia kadang suka bertukar informasi dan cerita dengan teman-teman sekolahnya yang terdahulu. Salah satunya adalah bahwa sekarang Bintang sedang seorang diri, tidak ada pacar. Kemudian salah satu temannya itu mengenalkan ia dengan salah satu laki-laki dengan memperlihatkan Facebook nya. Saat ia melihat-lihat profil Facebook nya tersebut, Bintang mengklik add friend kepada laki-laki itu. Awalnya hanya untuk menambah teman saja. Rupaya, laki-laki itu pun sama dengan Bintang. Dia baru putus juga dengan pacarnya, lalu meminta bantuan juga kepada teman Bintang itu, kemudian temannya mengenalkan Bintang. Jadi, pada saat Bintang mengklik add friend, sebenarnya laki-laki itu sudah mengetahui sedikit banyak cerita tentang Bintang. Nama laki-laki itu adalah Langit.

Lihat selengkapnya