Bintang Megah

WillsonEP
Chapter #9

Informasi tentang Jazz

Sehabis berenang bersama dengan Aluna dan Julian, Jessica tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia memilih untuk menunggu Alexa—kakak kelasnya—di ruangan pole dance. Selang beberapa saat, sosok yang ia tunggu-tunggu memasuki ruangan.

“Maaf, kamu jadi menunggu. Sudah lama di sini?”

“Belum, Kak. Saya baru saja datang.”

“Oh, gitu. Sebenarnya apa yang mau kamu bicarakan?”

“Apa Kak Alexa kenal sama Kak Jazz?”

“Jazz? Tentu, kakak kenal. Kenapa kamu tanya soal dia?”

“Saya adiknya, Kak.”

“Adik? Saya baru tahu Jazz punya adik. Ternyata dia punya adik secantik kamu.”

“Makasih, Kak. Apa Kak Alexa tahu sesuatu tentang hilangnya Kak Jazz?”

“Hmm … soal hilangnya Jazz, Kakak nggak tahu banyak. Mungkin kamu bisa tanya sama teman sekamarnya. Namanya Ardan. Kamu bisa temui dia di lapangan basket sekarang.”

“Oh, ya? Terima kasih informasinya, Kak.”

“Sama-sama. Semoga kamu bisa dapat informasi lebih banyak dari dia ya?”

“Amin, Kak. Saya permisi.”

*Oke, kakak juga mau mulai latihannya.”

“Semangat latihannya, Kak!”

“Iya.”

Tak lama setelah Jessica keluar ruangan, seseorang keluar dari bilik ganti di ruangan itu.

“Selain jago pole dance, ternyata kamu juga jago akting ya, Alexa. Saya sangat menyukai akting kamu. Keren dan luar biasa!”

“Sebenarnya apa yang Bapak rencanakan pada Jazz? Kenapa Bapak tidak membiarkan dia pulang ke rumahnya?”

“Itu bukan urusanmu, Alexa. Jazz sama kamu itu berbeda. Kamu bisa diancam, sementara dia nggak bisa.”

“Lebih baik Bapak hentikan semua permainan ini sebelum Bapak menyesal!”

“Menyesal kamu bilang? Saya sama sekali tidak menyesal melakukan semua ini. Oh, iya saya punya hadiah spesial buat kamu.”

“Saya nggak butuh hadiah dari Bapak.”

“Kamu jangan sombong, Alexa. Kamu itu nggak punya pilihan di sini. Kamu tinggal terima hadiah ini atau … ”

“Baik, saya terima. Bapak puas?”

Nope. Nanti malam hadiah dari saya dipakai ya? Saya tunggu di tempat biasa. Jangan sampai nggak datang, kalau kamu tidak mau menyesal.”

“Pasti saya datang.”

Good.”

-oOo-

Sementara itu, di sisi lain, Jessica masih berada di lapangan menonton Ardan sedang latihan bersama teman-temannya. Sebenarnya ia ingin segera menghampiri Ardan untuk mengetahui informasi apa yang Ardan punya soal Jazz, tetapi ketika ia sampai di lapangan tadi latihan telah dimulai. Terpaksa Jessica harus menunggu Ardan selesai latihan. Satu jam berlalu, latihan basket telah selesai. Jessica langsung beranjak dari tempat duduknya menghampiri Ardan.

“Kak Ardan, boleh minta waktunya sebentar?”

Lihat selengkapnya