Bintang Megah

WillsonEP
Chapter #10

Petunjuk Baru tentang Jazz

Selasa pagi, beredar kabar bahwa salah satu murid kelas 12 hilang secara tiba-tiba. Hal ini membuat Jessica semakin curiga dengan SMA Bintang Megah. Dua tahun lalu, kakaknya menghilang, sekarang kakak kelas yang padahal baru kemarin ia temui.

“Sekolah ini benar-benar nggak beres,” geram Jessica dengan suara cukup keras sambil menggebrak meja yang di depannya. “Apa kalian semua nggak merasa aneh?” lanjutnya bertanya pada murid-murid lain yang sedang berada di kantin.

“Iya, juga ya? Kok serem banget tiba-tiba Alexa hilang. Padahal kemarin dia baik-baik saja.”

“Iya, jangan-jangan besok kita yang hilang.”

“Kalau menurut gue,  Alexa pasti kabur seperti Jazz.”

“Bisa jadi. Mungkin mereka nggak kuat sekolah di sini. Payah banget!”

“Kak Jazz nggak …”

Belum selesai Jessica berbicara, Julian yang duduk di sampingnya tiba tiba membekap mulut Jessica.

“Tenangin diri lo. Jangan gegabah,” bisik Julian berusaha menenangkan Jessica yang emosinya kembali tersulut mendengar ucapan murid-murid lainnya.

“Lepasin!”

“Gue nggak akan lepasin sebelum lo tenang.”

“Jul, lo ngapain? Kasian tuh anak orang.”

“Bener kata James. Adab lo di mana?”

Julian segera melepaskan bekapannya pada Jessica.

Sorry, gue hanya berusaha menenangkan dia.”

Jessica menatap Julian sinis, kemudian gadis itu langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Aku duluan ke kelas.”

Jessica pergi meninggalkan Julian, James, dan Jason. Sebelum ke kelas, ia memutuskan untuk membasuh wajahnya di toilet.

“Kenapa semuanya bicara seperti itu, Kak? Kak Jazz sebenarnya di mana sekarang? Aku butuh petunjuk.”

Selang beberapa saat, ponsel Jessica bergetar. Diraihnya ponsel itu yang semula berada di dalam saku. Ternyata ada pesan masuk dari Ardan.

Ardan Permana

Halo, Jessica. Ini saya, Ardan. 09:10

Saya dapat kontak kamu dari Julian. 09:10

Siang nanti bisa kita ketemu? Ada sesuatu yang mau saya serahkan ke kamu. 09:10

09:11 Hai juga, Kak. Tentu bisa.

Oke, sampai ketemu nanti. 09:11

Nanti lokasi dan jamnya saya kabarin lagi 09:12

09:12 Oke, Kak.

“Semoga saja kali ini aku menemukan petunjuk baru.”

-oOo-

Bel pulang sekolah untuk murid-murid kelas X baru saja berbunyi. Setelah mengelap keringatnya menggunakan handuk, Jessica langsung meninggalkan lapangan menuju kamar asrama. Julian sempat memanggil gadis itu, tetapi sama sekali tidak digubris.

 “Wah, kayaknya Jessica marah besar sama lo. Lo sih bekep dia tadi,” respons Jason melihat kejadian yang baru saja dilihatnya. “Tanggung jawab lo, setidaknya minta maaf sama dia,” lanjutnya.

“Iya, nanti gue minta maaf.”

“Kok nanti? Sekarang lah. Cepat lo kejar!” tambah James.

“Mana mungkin gue kejar, dia pergi ke arah asrama perempuan.”

“Hmm … benar juga. Ya, sudah lo tunggu dia depan asrama.”

Lihat selengkapnya