Awal bulan September, seluruh murid disibukkan oleh Penilaian Tengah Semester yang berlangsung selama seminggu. Selain itu, para murid harus menjalankan ujian M-Points, ujian yang mengharuskan para murid melakukan daily tasks yang telah ditentukan. Setiap siswa harus menjalankan sepuluh tasks dalam waktu tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir para siswa melaksanakan ujian M-Points.
“Hari ini hari terakhir ujian M-Points. Kalian sudah berapa yang terlaksana?”
“Gue sembilan, Jul. Sisa satu lagi.”
“Gue juga sama. Sisa satu. Pasti keburu hari ini,” tambah Jason.
“Lo sendiri gimana?”
“Gue sih udah beres semua. Baru tadi pagi beresnya.”
“Wah, serius? Lo memang keren, Jul.”
“Thanks, James.”
“Biasalah, anak rajin pasti selalu lebih cepat selesai. Daily tasks yang gue satu ini susah dilaksanakan.”
“Susah? Memangnya lo disuruh apa?”
“Iya, apa perlu bantuan?” tawar Julian.
“Rahasia, James. Sebenarnya gue butuh bantuan lo sih, Jul, tapi gue nggak yakin lo mau bantu. Gue bisa kerjain sendiri.”
“Yakin?”
“Iya, biar gue sendiri yang kerjakan. Gue pasti bisa!”
“Okelah, kalau begitu.”
“Gue pamit dulu ya, guys! Mau mengerjakan daily tasks yang satu lagi.”
“Oke, James. Semoga lancar!”
“Thanks, Jul. Jas, lo nggak ikut?”
“Hmm … nanti aja. Punya gue lebih kompleks.”
“Oh, gitu. Ya sudah. Gue duluan.”
James beranjak pergi meninggalkan Julian dan Jason berdua.
“Lo habis ini ngapain, Jul?”
“Hmm … paling santai-santai di kamar. KBM baru mulai besok ‘kan?”
“Iya, besok baru mulai.”