Pagi hari di kediaman Jessica. Jessica tengah menikmati sarapan bersama dengan Margareth—mamanya. Keduanya hanya saling diam, fokus dengan sarapan masing-masing.
“Kamu aman-aman saja ‘kan selama di sana, Sayang?” tanya Margareth membuka percakapan.
“Aman, Ma. Mama nggak perlu khawatir.”
“Syukurlah. Apa ada informasi terbaru soal kakak kamu?”
“Sejauh ini belum ada sih, Ma. Petunjuknya hanya diary Kak Jazz.”
“Sekolah itu benar-benar mencurigakan. Kamu harus selalu hati-hati.”
“Aman. ‘Kan ada Julian juga yang jagain aku.”
“Iya, deh. Oh, iya gimana sama hubungan kalian? Semua baik-baik saja ‘kan? Apa lagi berantem?”
“Nggak kok. Hubungan kami baik-baik saja.”
“Bagus itu. Ingat pesan Mama ya? Mama memang mengizinkan kalian pacaran, tapi ingat batasan.”
“Iya, Ma. Jessica paham soal itu.”
“Oke, sekarang Mama antar kamu ke sekolah. Julian nggak jemput kamu ‘kan?”
“Nggak, dia diantar Om Maxime.”
-oOo-
Semester dua dimulai. Murid-murid SMA Bintang Megah kembali bersekolah seperti biasanya.
“Akhirnya gue bisa ketemu lo lagi, Jul! Lo apa kabar?” ujar Jason bersemangat.
“Kabar gue baik.”
“Syukurlah. Ke kelas bareng?”
“Hmm … lo duluan aja. Gue masih nunggu Jessica.”
“Jessica? Buat apa?”
“Gue ada perlu sama dia.”
“Oh, gitu.”
“Oke, deh. Gue duluan! Jangan lama-lama. Gue mau cerita banyak sama lo tentang liburan gue.”
“Iya, nanti gue nyusul.”
Jason beranjak pergi. Tak lama, sosok Jessica muncul dan langsung menghampiri Julian.
“Selamat pagi, Julian.”
“Pagi. Jessica. Mau ke kelas bareng?”
“Tentu. Kamu udah sarapan?”
“Udah kok.”
Julian mengajak Jessica berjalan menuju kelas sambil membicarakan tentang penyelidikan lanjutan yang akan dilakukan mereka berdua. Rencananya Julian akan menyelidiki gerak-gerik Jason yang terlihat mencurigakan saat ujian M-Points. Sedangkan Jessica akan menyelidiki keanehan yang terjadi pada Aluna dan Nania saat class meeting berlangsung.
-oOo-
Siangnya setelah bel pulang sekolah berbunyi, Julian memutuskan untuk langsung kembali ke kamar. Tak lupa, diajaknya kedua temannya James dan Jason.
“Sorry, Jul. Gue sama Jason ada latihan basket hari ini.”
“Oh, gitu. Ya, sudah gue duluan ke kamar ya.”