Bintang Megah

WillsonEP
Chapter #15

Megah Project

Di sisi lain, Jason telah berada di ruangan Mr. Bintang. Mereka tengah berbincang suatu hal berkaitan dengan proyek yang sebentar lagi akan dirilis.

“Bagaimana menurut kamu, Jason? Apa video ini cukup menarik bagimu?”

“Video ini sangat menarik. Saya yakin peminatnya akan banyak dan pasti banyak yang berlangganan nantinya.”

“Saya harap juga begitu. Baiklah, saya akan rilis episode perdananya pukul 00.00. Terima kasih atas bantuannya untuk proyek ini ya, Jason.”

“Sama-sama, Mr. Semoga proyek ini berjalan sesuai yang diharapkan.”

“Amin. Sekarang kamu boleh kembali ke kamarmu.”

“Baik, Mr.”

“Oh, iya besok jangan lupa giliran kamu dan Aluna. Istirahat yang cukup agar stamina kamu terjaga.”

“Siap, Mr. Saya nggak lupa kok. Saya permisi kembali ke asrama.”

-oOo-

Sekitar pukul 04.30, Julian bangun dan seperti biasanya ia langsung bersiap untuk mandi. 20 menit berlalu, Julian keluar kamar mandi dengan seragam lengkap.

“Pagi, Jul. Lo udah mandi aja. Rajin banget.”

“Pagi, James. Biar santai aja, James.”

“Hebat, hebat. Gue ke kamar mandi dulu ya? Sakit perut gue.”

“Oke, James.”

James beranjak pergi ke kamar mandi. Sementara, Julian berusaha membangunkan temannya satu lagi yang masih tertidur pulas.

“Jas, bangun. Udah siang. Lo nggak siap-siap?”

“Hari ini gue nggak masuk dulu, Jul.”

Why?”

“Males gue.”

“Baru juga hari kedua semester baru. Ayo, bangun!”

Julian terus mengguncang-guncang tubuh Jason hingga pukulan mendarat di pipinya.

“Ganggu banget sih lo! Gue bilang nggak mau, ya nggak mau! Jangan paksa gue. Lagian nanti malam gue ada proyek!”

“Sialan lo! Proyek apaan?” tanya Julian dengan nada sedikit emosi.

“Ada deh. Lo nggak perlu ikut campur. Jangan ganggu gue, kalau lo nggak mau gue tonjok lagi,” bentak Jason sambil menarik selimutnya.

Astaga, kenapa gue bisa keceplosan? Semoga saja Julian tidak terlalu memikirkan perkataanku barusan. Mr. Bintang bisa marah kalau proyeknya bocor.”

Selang 20 menit, James keluar dari kamar mandi.

“Jul, tadi ada apaan ribut-ribut?”

“Jason nggak mau masuk hari ini. Gue sampai ditonjok sama dia.”

“Wah, gila, tapi lo baik-baik aja?”

“Ya, memar dikit aja sih untungnya.”

“Ya, sudah. Kita sarapan sekarang? Biarin aja deh kalau dia nggak mau masuk. Nggak usah dipaksa. Dia emang gitu soalnya.”

“Oke.”

Ting! Tiba-tiba saja ponsel Julian berbunyi.

“Sebentar, gue cek HP dulu.”

“Pasti dari pacar lo. Cie, cie, pagi-pagi gini udah chat aja.”

“Lo iri? Cari pacar makanya.”

“Wah, ini juga lagi nyari yang pas. Lo bantuin doa dong.”

“Ya, sudah. Tuhan tolong pertemukan James dengan jodohnya segera mungkin. Amin.”

“Amin yang kenceng.”

Julian kembali fokus pada layar ponselnya.

Jessica Margareth

Pagi, Julian.😘05:05

05:06 Pagi, Jessica.🥰

Kamu lagi apa? 05:06

05:07 Ini gue sama James lagi mau ke kantin. Kalau lo?

Ini baru beres ngeringin rambut. 05:07

Aku nyusul ya … 05:07

05:08 Okay, see you.❤️

“Kok masih pake gue lo sih?” protes James yang dengan sengaja melihat percakapan antara Julian dan Jessica.

“Wah, lancang banget! Ngintip-ngintip HP gue.”

“Ya, gue ini lagi menimba ilmu, Jul.”

“Menimba ilmu gimana?”

“Menimba ilmu romantis dari lo. Emojinya sih udah bagus ya, tapi kayaknya gue-lo-nya menurut gue kurang pas. Coba pake aku-kamu.”

“Hmm … iya juga. Nanti deh gue pertimbangin. Sekarang kita ke kantin.”

“Siap.”

Julian dan James telah berada di kantin. Setelah mengambil sarapan, mereka memutuskan duduk di tempat biasa mereka duduk.

“Lo tahu nggak kemarin malam Jason keluar kamar malam-malam?”

“Wah, ngapain dia?”

“Mana gue tahu. Gue sempat ngikutin dia, eh gue kehilangan jejak. Mencurigakan banget nggak sih?”

“Mencurigakan gimana ya? Gue nggak paham. Mungkin dia hanya cari angin.”

“Kalau dari gerak-geriknya sih mencurigakan. Kayak ada yang dia sembunyiin.”

“Jason memang aneh anaknya. Nggak usah terlalu dipikirin.”

“Memang, tapi gue curiga Jason tahu sesuatu.”

“Jason tahu sesuatu apa?”

“Nanti gue jelasin, itu Jessica datang.”

“Pagi, Julian.”

“Pagi, Jessica.”

“Julian doang nih yang disapa?”

“Eh, iya. Pagi, James.”

“Pagi, Jess.”

“Aku ambil sarapan dulu ya?”

“Mau gue temenin?”

“Nggak perlu, Jul. Kamu di sini aja temenin James. Kasihan dia. Bentar juga Aluna datang.”

“Hai, pagi semuanya. Maaf, nunggunya lama ya? Gue baru beres mandi.”

“Pagi, Lun. Nggak kok. Aku baru sampe juga.”

“Ya udah, kalian ambil sarapan dulu. Udah jam segini nanti nggak keburu.”

Lihat selengkapnya