Seusai bersih-bersih, Julian dan James segera meraih ponsel milik Jason yang tergeletak begitu saja di atas meja.
“HP-nya terkunci. Lo tau password-nya, Jul?”
“Tau. Password-nya tanggal lahir dia.”
“Wah, serius?”
“Iya, gue udah pernah coba buka. Coba buka WhatsApp-nya.”
“Oke.”
Setelah membuka kunci layar, James beralih membuka aplikasi obrolan tersebut. Ternyata di sana ia menemukan riwayat obrolan Jason dengan Mr. Bintang.
Mr. Bintang
Siang, Jason. Kamu di mana sekarang? 12:00
12:01 Siang, Mr. Saya masih di kamar.
Sudah mandi? 12:01
12:01 Belum, Mr.
Mandi sekarang. Jam 13-an kamu temui saya di ruangan saya ya. 12:02
12:02 Siap, Mr.
Saya mau briefing soal produksi Megah Project malam ini agar proses produksinya berjalan dengan lancar. Nania sudah di sini. 12:03
12:03 Siap, Mr. Nanti saya ke sana.
“Megah Project apaan, Jul?”
“Entahlah, gue curiga Megah Project ini merupakan rahasia busuk yang disembunyikan sekolah ini. Buktinya Nania, Nania hilang dan sekarang lagi bersama Mr. Bintang. Kita harus selidiki ini dan menyelamatkan Nania.”
“Setuju. Gue penasaran rahasia busuk apa yang disembunyikan sekolah ini.”
“Gue harus kabarin Jessica nih soal Nania.”
Julian meraih ponselnya, kemudian memotret bukti percakapan antara Mr. Bintang dan Jason terkait keberadaan Nania. Ia segera mengirimkan foto tersebut pada sang pacar.
Jessica Margareth
Nania ada sama Mr. Bintang? 13:10
13:10 Iya, Jess.
Sekarang kita ke ruangan Mr. Bintang. Kita harus selamatkan Nania. 13:11
Ajak James juga. 13:11
13:12 Oke.
“Gimana, Jul? Kita harus ngapain sekarang?”
“Jessica minta kita ke ruangan Mr. Bintang sekarang. Kita harus selamatkan Nania.”
“Sekarang banget? Apa nggak terlalu beresiko?”
“Ya, sekarang. Nania dalam bahaya. Kita harus selamatin dia.”
“Ya, udah. Kita ke ruangan Mr. Bintang nih?”
“Iya, ayo!”
Julian dan James beranjak keluar kamar menuju ruangan Mr. Bintang. Sesampainya di sana, mereka mendapati Jessica dan Aluna telah tiba lebih dulu.
“Jess, lo yakin kita bakal masuk ke dalam?”
“Yakinlah, James. Kita harus selamatin Nania.”