Julian meraih ponselnya, membuka pesan yang baru saja ia terima.
Mr. Xan Hacker
Siang, Julian 12:13
Saya baru saja mengirim data yang kamu minta melalui email. 12:13
Bisa kamu cek apakah sudah masuk atau belum? 12:13
12:14 Sebentar saya cek.
“Siapa, Julian?”
“Iya, Mr. Xan. Katanya dia udah kirim datanya ke email aku.”
“Oh, ya? Terus siapa pemilik nomor itu?”
“Sabar, Jessica. Aku belum buka email-nya.”
“Buka atuh. Aku penasaran banget.”
“Iya, sebentar.”
Julian mulai mengecek email yang baru saja masuk.
“Hmm … lebih enak kalau lihatnya di laptop. Boleh aku pinjam laptop kamu?”
“Tentu, sebentar aku ambil dulu di kamar. Kamu tunggu sini aja.”
“Oke.”
Jessica beranjak pergi untuk mengambil laptop. Sementara itu, Julian kembali fokus pada ponselnya.
Mr. Xander Hacker
12:17 Sudah masuk, Mr. Xan.
12:17 Total jadi berapa ya? Biar saya transfer sekarang.
Totalnya jadi 10 juta ya, Julian. Ini nomor rekeningnya. 12:18
W Bank 981XXXX26 A.N. Xandi 12:18
12:19 You sent a photo.
Terima kasih! 12:20
Selang beberapa saat, Jessica kembali membawa laptop miliknya. Ia langsung menaruhnya di atas meja tepat di hadapan Julian.
“Password-nya?”
“Tanggal lahir kamu.”
“Oh, okay. Kenapa harus tanggal ulang tahun aku?”
“Ya, pengen aja. Aku ‘kan sayang kamu.”
“Iya, aku juga tahu itu.”
Julian tersenyum melihat wallpaper yang terpasang adalah foto dirinya dengan Jessica.
“Bagus ya fotonya?”
“Iya, Jessica. Bagus banget.”
“Kamu pasang juga nggak di laptop kamu?”
“Hmm … nggak, tapi nanti aku pasang deh.”
“Yah, bener ya?”
“Iya, nanti aku pasang.”
“Kamu ada fotonya?”
“Ada, kalau foto pasti aku simpan. Jadi nggak lihat email-nya?
“Jadi dong. Buka email kamu sekarang.”
“Iya, Sayang.”