Birokrasisekai: BUDAK PELABUHAN SUNYI — Volume 1

Tourtaleslights
Chapter #19

MALAM DI GELADAK

Malam itu, setelah semua orang tidur, aku duduk sendirian di geladak Pancakarya.

Di bawahku, kapal itu bergoyang pelan di atas air. Di depanku, laut membentang tak berujung, gelap dan tenang. Di sampingku, buku catatan Nawapes yang sudah usang dan di dalamnya, Prinsip Kedua yang baru kutemukan.

"Kekuasaan sejati bukanlah kemampuan untuk memerintah. Ia adalah kemampuan untuk melayani."

Aku membaca kata-kata itu berulang kali, sampai huruf-hurufnya mulai kabur di depan mataku. Aku memikirkan kakekku. Maskey XII. Raja yang terjebak di istananya sendiri. Raja yang tidak bisa bertindak tapi tidak pernah berhenti mendongeng. Raja yang mengukir kata-kata ini di lambung kapal, entah kapan, entah bagaimana, dengan harapan bahwa suatu hari, seseorang akan menemukannya.

Dan aku menemukannya.

Aku menatap bintang-bintang di atas kepala. Di kejauhan, lampu-lampu Pelabuhan Sunyi mulai redup satu per satu, seperti orang-orang yang mulai tertidur, mulai beristirahat, mulai percaya bahwa besok akan lebih baik.

Mavra muncul di sampingku tanpa suara. Ia duduk, tidak bicara. Hanya menatap laut yang sama.

Lihat selengkapnya