Hari Senin pagi kepala sekolah, guru-guru dan semua murid SMA Victoria berkumpul di lapangan untuk mengadakan upacara. Namun, rangkaian acara upacara kali ini berbeda karena akan digelar juga penyerahan jabatan dari Ketua dan Wakil OSIS yang lama ke Ketua dan Wakil OSIS yang baru. Tampak di barisan sebelah kanan menghadap barat, Ketua OSIS lama dan tentunya Keira sebagai wakil OSIS yang sebentar lagi akan melepas jabatannya. Sedangkan Ketua-Wakil baru menunggu di tengah lapangan.
Keira berjalan dengan tertatih-tatih di samping kanan Ketua OSIS menghampiri pemimpin OSIS baru. Terlihat seorang siswa di belakang Ketua OSIS membawa seserahan berupa laporan program kerja dan selempang OSIS. Saat pemasangan selempang oleh ketua, semua murid bertepuk tangan dan bersorak gembira. Namun respon sebaliknya diterima oleh Keira sebagai wakil OSIS yang hanya disambut suara tepuk tangan formalitas. Suasana sorak ramai sebelumnya berubah jadi sekumpulan suara bisikan kecil diantara kerumunan siswa.
"Dasar gatau malu, harusnya dia mundur dari semester lalu,"
"Pembinanya juga aneh. Kenapa jabatannya gak dicopot? Malu-maluin gak sih wakil OSIS sekolah kita punya skandal,"
"Untung beritanya ramai pas jabatannya mau habis. Coba kalau muncul pas awal menjabat, kasihan ketua harus memimpin sendirian lebih lama,"
"Walaupun ayahnya yang kena kasus. Tapi anaknya pasti ikut nikmati duit haram juga. Liat tuh sepatunya merk branded,"
Beberapa suara gunjingan masuk ke telinga Keira. Bahkan suara ketua OSIS baru yang sedang berpidato jadi terdengar samar. Dia hanya bisa menghela napas panjang dengan pelan dan tersenyum sinis sambil menatap sepatu hitam di kaki kanannya. Padahal sepatu itu pemberian hadiah ulang tahun dari temannya tahun lalu. Teman yang dilihatnya sekarang juga ikut menggunjing.
Kemudian Keira mengalihkan pandangan ke tengah lapangan. Tak disadari olehnya kalau giliran pidato sudah berganti ke wakil OSIS baru. Melihat wakil OSIS berpidato dengan santai menyampaikan program kerjanya, seakan membawa Keira kembali pada kenangan lama.
||
Kenangan kembali ketika Keira berdiri di atas pondium. Dia menyampaikan program kerja yang akan dijalaninya sebagai wakil OSIS selama setahun kedepan dengan berwibawa. Sorakan dan tepuk tangan meriah bersautan dari kerumunan siswa di lapangan setelah Keira menyelesaikan pidatonya.
"Semangat Keira!!!"