Bisakah Kita Berteman Lagi?

DfaAaa
Chapter #7

Perhatian?

Suara dentingan alat masak berpadu dengan uap tipis yang keluar dari panci, menciptakan suasana damai di dalam rumah Nara. Aroma masakan dalam panci itu menyebar di seluruh ruangan. Membuat siapapun tertarik untuk mencicipi masakan tersebut. Makanan sup ayam yang dimasak dadakan oleh Keira dengan memakai stok bahan di kulkas. 


"Ehh Nara..kamu udah selesai mandinya? Ini aku udah masakin sup ayam," Sapa Keira sambil meletakan panci ke meja makan.


Nara yang baru saja selesai mandi dibuat tercengang dengan perlakuan Keira. 

"Kamu gak perlu repot-repot," ucap datar Nara sambil memandang sup ayam di dalam panci.


Namun Keira berdalih kalau dia harus melakukan sesuatu sebagai tanda terima kasih karena Nara sudah mengizinkannya untuk menginap. Apalagi saat itu restoran online banyak yang tutup karena sudah terlalu malam.


Kemudian Keira mengambil semangkok sup untuk Nara. Keira memperhatikan Nara dengan gugup saat mencicipi masakannya.

"Gimana, supnya enak gak? Atau masih kurang gurih?" Tanya Keira dengan ragu-ragu.


Nara menatap mata Keira lalu mengangguk pelan sembari tangannya terus menyendok makanan untuk dimasukkan ke mulutnya. Keira tersenyum puas melihat reaksi Nara.


Selama di meja makan, Keira menceritakan kembali kepanikannya sejak di perpustakaan dan merasa lega kalau sakitnya Nara tidak separah yang dipikirkan. Nara hanya menatap Keira yang sibuk bercerita sambil mulutnya terus mengunyah makanan.


"Ohh iya, aku pikir cuma ibu kamu yang ke luar kota. Ayah kamu juga ikut?" Tanya Keira mendadak hingga membuat tangan Nara yang memegang sendok melayang di udara.


Matanya sempat terbelalak tipis sebelum dia membuang nafas pelan untuk menenangkan dirinya. Lalu, Nara kembali menyantap makanannya tanpa menatap Keira sedikitpun. Keira mengernyitkan dahinya saat pertanyaannya tidak direspon Nara. Namun, Keira hanya menghela nafas lalu melanjutkan aktivitas makannya tanpa bertanya lebih lanjut.


 -------


Kini giliran suara peralatan makan dan air mengalir dari kran yang memenuhi suasana dapur. Suaranya terhenti ketika Nara menyelesaikan aktivitas cuci piringnya. Menyisakan suara aktivitas Keira yang sedang mandi di rumah itu. Kemudian pandangan Nara tertuju pada jas sekolah Keira yang tergeletak di sofa. Tanpa pikir panjang, dia segera mengambil jas hitam itu dan menggantungkannya di gantungan baju. Tiba-tiba kedua mata Nara menangkap sebuah benda di dalam saku jas Keira. Tangan kanannya segera merogoh saku jas untuk mengambil benda itu yang ternyata itu adalah vape dan bungkus permen mint yang isinya sudah kosong. 


Nara menatap vape dan bungkus permen itu dengan lekat-lekat. Dari sorot matanya, tersirat pikirannya tengah melayang pada suatu kenangan. Nara menghela nafas dengan berat setelah mengingat kenangan itu.

"Dia masih belum lepas dari ini," gumam Nara dengan nada datar yang terasa berat.


 ------


"Kamu tidur di kasur atas aja. Gapapa aku tidur di bawah," ucap Keira yang mencoba menghentikan Nara yang akan beranjak tidur di kasur bawah. 


Nara menuruti ucapan Keira lalu segera pindah ke kasur atas. Setelah itu, suara di kamar Nara hening sejenak. Nara berbaring telentang di kasur sambil menatap langit-langit. Sedangkan Keira masih duduk termenung di kasur bawah dengan kedua kaki lurus.


Lihat selengkapnya