Bisakah Kita Berteman Lagi?

DfaAaa
Chapter #8

Tanggung Jawab

"Jalur estafet ini terlalu mepet sama penonton. Tolong kalian kasih pembatas yang agak jauh biar peserta gak tabrakan sama penonton." Usul Keira sambil menunjuk sketsa kasar layout acara.


"Pastiin konsumsi untuk panitia harus siap di ruangan ini 1 jam sebelum acara," ucap Mantan Sie Konsumsi dengan tegas memperingatkan panitia Sie Konsumsi.


"Kak Keira, penentuan juri fashion show tahun lalu bagaimana ya kak?" Tanya wakil OSIS yang saat itu sedang menyusun konsep acara bersama sie acara.


"Kalian cukup siapin 3-4 juri. Bisa guru, kakak pembimbing ekskul teater atau kakak alumni. Kalau mau pakai juri tahun lalu juga boleh. Intinya pastikan juri yang dipilih sesuai dengan kriteria konsep yang udah kalian buat. Lalu kalian diskusikan ke Bu Sinta." Saran Keira dengan suara ramah.


"Ohh iya, jangan lupa siapin list beberapa nama cadangan buat jaga-jaga kalau ada yang gak bisa hadir. Tolong disegerakan yaa karena acara udah tinggal beberapa hari," Lanjut Keira sembari mencatat sesuatu di kertas.


"Siap kak," Saut Wakil ketua dan Sie acara dengan kompak.


Meski sudah 3 jam berlalu sejak jam pulang sekolah, namun suasana ruang OSIS masih dipenuhi suara-suara panitia yang sedang berdiskusi mempersiapkan lomba Agustusan. Kecuali Rafael yang sedari tadi duduk bersandar di kursinya menyimak pembicaraan. Pandangan Rafael memperhatikan Keira yang sibuk membimbing panitia OSIS. Napasnya dia hembuskan berkali-kali ketika menyadari panitia OSIS lebih nyaman diskusi dengan Keira dibandingkan dirinya yang hanya diminta diskusi beberapa kali saja.


Setelah 4 jam akhirnya rapat OSIS telah usai. Semua panitia dan mantan panitia OSIS satu per satu membubarkan diri. Ketika Keira akan beranjak pulang tiba-tiba wakil OSIS yang bernama Gita ingin meminta saran pribadi ke Keira. Akhirnya, mereka memutuskan untuk ngobrol di perpustakaan. Disana Gita mengeluhkan perbedaan pendapatnya dengan ketua OSIS dan merasa pendapatnya gak pernah didengar.


Keira yang melihat kegundahan Gita mencoba mencairkan suasana.

"Memang udah sampai berantem?" Goda Keira sembari melipatkan kedua tangannya.


"Belum kak tapi jangan sampai juga. Tambah pusing nanti saya kak," keluh Gita sembari kedua tangannya memegang pelipis kepalanya.


Keira terkekeh gemas namun sorot matanya menatap Gita dengan rasa iba.

"Jujur memang susahnya jadi wakil yang beda prinsip sama ketua ya begini. Pendapat sebagai wakil sering cuma jadi masukan tambahan pendapatnya ketua aja."


"Bener banget kak," respon Gita sambil memasang senyum pahit.


Tak lama, Keira mulai memberi saran terkait bagaimana penanganan komunikasi antara ketua dan wakil hingga bagaimana menjaga hubungan di depan anggota lain.

"Intinya satu, apapun perbedaan kalian jangan terlalu sering tunjukkin itu di depan anggota. Nanti mereka bakal kebingungan yang akhirnya proker jadi gak jalan. Sebisa mungkin kalian harus tetap kelihatan kompak di depan anggota,"


"Terus gimana kak kalau saya sama ketua benar-benar punya pendapat yang beda? Kita sering banget gak sejalan jadi agak susah buat nemu titik tengah waktu diskusi bareng anggota." Keluh Gita dengan wajah memelas.


"Obrolin aja sama ketua secara pribadi setelah selesai diskusi. Cari jalan tengah sama-sama baru nanti diskusi lagi bareng anggota lain. Kamu juga bagian dari pemimpin OSIS bukan bayang-bayang ketua yang harus selalu ngikut. Jadi gapapa sesekali kamu perjuangin pendapatmu atau ungkapin kekhawatiranmu yang mungkin gak sempat terpikirkan oleh ketua," Usul Keira dengan penuh keyakinan.


"Yang penting tetap saling menghargai karena pada akhirnya baik kamu maupun ketua pasti sama-sama punya tujuan untuk kebaikan bersama cuma beda cara aja." lanjut Keira dengan tatapan lembutnya yang tak lepas dari Gita.


Gita mengangguk tegas, pertanda dia setuju dengan masukan Keira. Kemudian mereka diam sejenak. Memandangi halaman sekolah yang kini dipenuhi cahaya lampu-lampu dari jendela perpustakaan.


"Kakak waktu dulu sering gini gak sih sama kak Rafael?" Tanya Gita penasaran. Tatapan matanya masih tak lepas dari jendela.


Lihat selengkapnya