Bisakah Kita Berteman Lagi?

DfaAaa
Chapter #15

Terlambat (Part 1)

"Nih yaa aku jelasin secara kasar biar gampang. Limbah sawit cair nih masuk mesin namanya reaktor anaerobik. Jadilah namanya biogas. Nah terus biogasnya bisa dipakai buat gerakin generator. Sebelum itu biogasnya dimurnikan dulu. Terus jadi listrik deh, paham gak,"


Terdengar suara Anton memenuhi halaman rumah Nara, mencoba menjelaskan teori ke Rina. Saat itu anggota tim LKTI menghabiskan waktu liburnya untuk mengerjakan proposal LKTI. Mereka duduk santai di balai bambu depan rumah. Terlihat beberapa buku, alat tulis, laptop dan beberapa lembar kertas revisian yang bertebaran di sekitar tempat mereka duduk.


"Kalau gitu aku paham. Maksud aku hubungannya emisi karbon sama penelitian ini apa? Kenapa perlu jelasin ini juga?" Tanya Rina dengan suara yang mulai meninggi sambil mengangkat selembar kertas revisian proposal.


"Karena generator biasanya pakai diesel. Kalau diesel diganti biogas, otomatis penggunaan diesel berkurang. Jadi emisi karbon bisa diatasi," tutur Nara dengan tenang.


"Nah kalau gini baru paham, kamu jelasin cuma tekniknya doang," sindir Rina ke Anton sambil menulis penjelasan Nara di buku catatannya.


"Lah emang kamu gak tau kalau generator pakai diesel," celetuk Anton


"Tau kok, ini barusan dikasih tau Nara," dalih Rina sambil menunjukkan buku catatannya yang hanya direspon tepuk jidat oleh Anton.


Tiba-tiba terdengar suara pagar rumah Nara yang digeser perlahan oleh seseorang. Sontak anggota tim LKTI menoleh ke sumber suara. Tampak Keira yang berdiri di luar pagar sedang kesulitan menggeser pagar. Tangan kirinya penuh menjinjing sekantong kresek berisi roti dan cup holder berisi empat gelas jus dengan tangan kanannya bertumpu pada kruk. Anton segera bergegas turun dari balai lalu membantu Keira membukakan pagar dan membawakan bawaan Keira.


"Tuh aku bawain roti sama jus, rotinya ada banyak macam,,tinggal pilih." Tawar Keira sembari meletakkan kruknya di bawah balai.


"Wahh enak nih buat nyemil," ucap Anton antusias sembari mengeluarkan roti satu per satu dari kantong plastik.


"Bahkan di hari Minggu aja kamu masih nyamperin," gerutu Rina dengan suara yang letih, seolah sudah mulai lelah mengusir Keira.


"Sok tau,, aku duluan kesini tadi. Berhubung kalian mau kesini, yaudah aku keluar beli cemilan," kilah Keira yang tidak mau niat nimbrungnya terlalu kelihatan di depan Rina.


Rina hanya berdecak pelan kemudian dia mengalihkan pandangannya ke cup holder. Dengan sigap, tangan kanannya mengeluarkan satu per satu gelas jus dari cup holder.


"Ini gak ada jus alpukat nih, semuanya jus jambu" keluh Rina


"Bawel banget udah minum aja," cetus Keira sambil menyodorkan satu gelas jus ke arah Rina.


Di sisi lain, Nara hanya menyimak keributan Keira dan Rina yang selalu terjadi setiap kali mereka bertemu. Setelah mengambil satu gelas jus dan sepotong roti untuk dicemil, dia memilih kembali fokus mempelajari jurnal-jurnal di laptopnya.


Lihat selengkapnya