Bisakah Kita Berteman Lagi?

DfaAaa
Chapter #17

Menghindar (Part 1)

"Kamu tau darimana dulu orang tua Nara cerai,"


Pertanyaan itu meluncur dari mulut Keira saat Anton dan Nara keluar ke depan gerbang sekolah mengambil pesanan makanan online. Hari pertama ujian tengah semester masih belum membebaskan anggota tim LKTI dari tumpukan revisi proposal yang harus mereka selesaikan. Kini hanya ada Rina dan Keira yang duduk santai di gazebo menunggu makanan datang.


"Dari anak-anak kelas lah." Jawab Rina tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Kok bisa nyebar infonya.. terus kenapa aku gak tau," tanya Keira tanpa membiarkan Rina yang sedang fokus mengetik proposal bab pendahuluan.


"Kan anak kelas ada yang langganan resto ayam ibunya Nara. Yaudah deh jadi nyebar." Jelas Rina yang terdengar setengah fokus


"Kira-kira kapan sih itu kejadiannya. Emm,, maksud aku kapan beritanya mulai nyebar di kelas?" Cecar Keira


"Lha emang kemarin gak kamu tanyain?" Rina bertanya balik sambil mengernyitkan dahi.


Tidak ada jawaban yang terlontar. Keira memalingkan pandangan sejenak sambil menggaruk tengkuknya canggung.


"Iya juga sih Nara pasti gak bakalan mau cerita," duga Rina dengan satu sudut bibirnya terangkat tipis.


"Nah itu, makanya aku tanya kamu sekarang," kilah Keira sembari menjulurkan kakinya setelah terlalu lama melipat salah satu kaki.


"Kalau Nara gak mau cerita, kenapa juga aku harus kasih tau. Lagian, aku juga gak tau detail ceritanya." Ucap Rina.


"Yaudah kasih tau aja kapan beritanya nyebar. Apa waktu kita kelas 11?" Desak Keira yang masih berusaha menggali informasi perceraian orang tua Nara.


"Mana kutau. Udah lupa. Salah sendiri gak update berita kelas" ledek Rina setengah mengejek.


"Rinaa,," gerutu Keira yang terdengar frustrasi


"Lagian aneh banget kamu yang sering main sama Nara malah gak tau apapun. Teman apa bukan tuh," sindir Rina sambil menahan tawa.


Keira hanya berdecak pelan kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tampak otot matanya mulai membesar dengan bibir bawahnya mengatup rapat, berusaha menahan amarahnya.


"Kalau kepo tanya aja ke Nara. Udah ahh aku mau ke toilet dulu. Jaga barang-barang disini," ucap Rina sebelum beranjak pergi. Meninggalkan Keira yang masih menatap Rina dengan kesal.

Lihat selengkapnya