||
27 Maret 2026
Nara menatap bangku Keira yang sedang kosong di depannya. Keira tidak masuk kelas selama dua hari semenjak Nara mengirim pesan ke Keira. Kesibukan persiapan turnamen voli babak final membuat Keira harus absen untuk fokus latihan.
Lalu, Nara mengeluarkan buku komik dari bawah kolong mejanya. Buku komik hadiah Keira yang tidak sengaja jatuh. Nara menatap buku itu dengan pandangan sendu.
"Kayaknya aku terlalu berlebihan di bioskop kemarin," gumam Nara lirih.
Beberapa detik kemudian terdengar suara berat ketua kelas sedang berbincang dengan Keira di depan kelas. Sontak, Nara mengalihkan pandangannya ke depan kelas. Tanpa sadar sudut bibir Nara terangkat tipis saat mengetahui Keira sudah kembali masuk kelas. Tampak tangan kanan Keira menenteng jas sekolah dan jaket volinya dengan rambut pendeknya yang sedikit acak-acakan, pertanda kesibukannya sebagai kapten tim voli.
Terdengar obrolan ketua kelas yang memberitahu Keira kalau ada tugas kelompok bahasa Inggris dan hanya Keira yang belum mendapat kelompok. Ketua menawarkan kelompoknya yang masih kurang anggota juga memberi tahu kelompok Nara yang juga kekurangan anggota.
"Jadi kamu mau masuk kelompok mana. Biar aku catat," tanya ketua kelas.
Nara terus memandang Keira seolah sedang berharap Keira memilih masuk ke kelompoknya.
"Yaudah, aku gabung kelompokmu aja. Nanti kalau ada penugasan atau kerja kelompok kabarin yaa,"
Jawaban Keira sontak menurunkan harapan Nara. Ditambah lagi saat Nara melihat Keira hanya menaruh barang-barang di bangkunya tepat depan bangku Nara lalu dia segera beranjak keluar kelas tanpa melirik Nara sedikitpun.
Nara segera menyenderkan punggungnya ke kursi. Tampak bahunya menurun serta pandangan matanya yang lesu menatap bangku Keira.
"Apa dia marah ya?" Gumam Nara dengan suara lirih.
-------
1 April 2026
Beberapa hari telah berlalu, tetapi belum ada kesempatan satupun Nara untuk mengobrol dengan Keira setelah dari bioskop. Hingga akhirnya Nara melihat kesempatan itu di waktu yang tepat. Di kantin dia melihat Keira sedang duduk sendirian. Tanpa berpikir panjang, Nara segera menghampiri meja tempat Keira duduk.
"Keira, aku boleh duduk sini," izin Nara dengan suara lembut
Tampak Keira sedikit terkejut namun dia segera memasang senyum ramah.
"Boleh,,duduk aja," balas Keira sambil menginggit roti di tangannya