1 Oktober 2026
"Nih aku pesenin jus sama cemilan. Ada jus alpukat, jambu, wortel sesuai kesukaan kalian," ucap Keira sembari meletakkan cemilan dan cup holder lalu mengambil satu gelas jus strawberry.
Suara Keira meramaikan kesunyian ruang laboratorium yang sedang kosong pada sore itu. Kesunyian makin terasa ketika tidak ada satupun anggota LKTI yang merespon dan menyambut Keira. Semua anggota duduk dengan bahu kaku, berkutat pada laptopnya masing-masing tanpa ada obrolan apapun saat Keira datang.
Keira menyandarkan punggungnya ke kursi sembari meminum jusnya. Alisnya bertaut ketika dia mengedarkan pandangan ke meja sekitar lalu dia menyadari ekspresi wajah semua anggota terlihat tegang tanpa ada keluwesan sedikitpun.
"Ini kenapa kalian pada tegang semua" celetuk Keira yang hanya dibalas dengan helaan napas Rina.
Keira semakin heran saat melihat Anton yang hanya mengambil satu gelas jus dengan tenang tanpa menawar sedikitpun ke anggota lain seperti biasa yang dilakukannya.
"Makasih ya," ucap Anton dengan senyum tipis lalu memfokuskan perhatiannya kembali ke laptop
Menyadari situasi canggung anggota tim, seketika Keira mengusap daun telinganya sambil melirik ke arah Nara yang tampak menyandar lesu membaca jurnal di laptopnya. Merasa Keira memperhatikannya, dia segera menoleh.
Seketika bibir Keira bergerak pelan tanpa mengeluarkan suara
"Kenapa sih," gumam Keira ke Nara yang dibalas dengan ekspresi datar sambil menggelengkan kepala pelan. Kemudian Nara kembali membaca jurnal sembari sesekali mencatat apa yang dibacanya.
------
Keira dan Nara tidak langsung pulang hari itu. Mereka memutuskan mampir ke perpustakaan tengah kota, atau mungkin lebih tepatnya, Keira hanya mengikuti ke mana Nara pergi. Keira merasakan kegundahan Nara saat dia membaca kerangka proposal di laptopnya. Sesekali dia berhenti membaca, pandangannya mengendap cukup lama, seperti seseorang yang sedang bergulat dengan sebuah keputusan.
"Kalian habis debat ya tadi," tanya Keira yang mencoba menebak situasi anggota tim LKTI yang tentunya membuat Nara membelalak mata tipis. Padahal, tidak ada satupun dari anggota tim memberitahu perdebatan mereka ke Keira.
"Udah gak usah overthinking. Perdebatan dalam tim itu hal yang wajar kok." Ucap Keira yang tentunya masih belum menenangkan Nara. Dia hanya membalas dengan lirikan mata kemudian dia menalaah kerangka pendahuluan dan metodologi yang disusun Rina dan Anton
Lalu, Keira menegakkan posisi duduknya sembari kedua tangan dirapatkan di atas meja dengan rapi.
"Okee sekarang disini aku mau buka konsultasi gratis. Mungkin kalau ada keluhan boleh diceritain,"
Seketika Nara mengalihkan perhatiannya ke Keira. Jari telunjuknya mengetuk pelan sisi laptop dengan ritme yang tak beraturan, mengikuti pikirannya yang sedang menimbang tawaran Keira.
"Ya mungkin aku bakal gak ngerti juga sih kalau ngomongin materi-materi apa itu namanya,, limbah sawit bukan?" lanjut Keira