9 Oktober 2026
"Kenapa presentasinya harus pakai bahasa inggris sih. Padahal di pengumuman boleh loh pakai bahasa Indonesia,"
Suara keluhan Rina terdengar lantang di area kantin outdoor hingga menarik perhatian beberapa murid. Seminggu setelah perdebatan selesai, tim LKTI kembali dihadapkan pada tantangan baru. Arahan dari Bu Nita beberapa menit lalu yang mengharuskan mereka belajar bahasa inggris untuk presentasi, cukup membuat Rina merasa frustasi.
"Rina, kecilin dikit suaramu. Malu," gerutu Anton sambil menyikut lengan Rina.
Rina hanya mengangkat bahunya lalu menyantap makanannya, seolah tidak peduli dengan pandangan orang sekitarnya.
"Memang boleh, tapi kalau pakai bahasa Inggris bisa nambah poin," ucap Nara yang mencoba memberi pandangan ke Rina dengan tenang.
"Nah betul, apalagi kata Bu Nita waktu acara sebelumnya, semua peserta pada pakai bahasa Inggris. Semua pada ngejar poin tambahan." timpal Anton sambil mengunyah makanannya.
"Tapi kan papernya belum jadi. Masa minggu depan kita udah mulai latihan bahasa inggris." keluh Rina dengan suara agak merengek.
"Ya kalau nunggu paper jadi, keburu mepet lah," sahut Anton yang berusaha menghadapi keluhan Rina
Di sisi lain, Nara hanya menggelengkan kepala mendengar keluhan Rina. Di sela-sela obrolan, tiba-tiba perhatian mereka teralihkan ketika Keira datang menghampiri meja mereka.
(Hai teman-teman, boleh aku duduk disini?)
"Hai guys. Can I sit here?" Sapa Keira sambil memamerkan kemampuan bahasa Inggrisnya.
"Idih, sok banget." cibir Rina sambil menyeringai tipis, memasang ekspresi julid.
(Kenapa? Aku cuma pengen nyoba ngomong bahasa Inggris. Anggap aja ini latihan untuk kita semua.)
"Why? I'm just trying to speak English. Think of it as practice for all of us," celetuk Keira dengan nada santai yang mungkin terdengar menyebalkan di telinga Rina.
"Udah gak usah pamer gitu. Kita juga bakal ada guru yang ngajarin kok. Jangan ngarep kita bakal belajar sama kamu," tukas Rina dengan nada suaranya terdengar ketus.
"Kamu aja kali. Kalau aku sih mau banget latihan di luar kelas. Boleh kan sekali-kali? Tanya Anton ke Keira.
(Tentu aja boleh dong. Apa kamu mau ikut latihan juga, Nara?)
"Of course, you can. Do you want to join the practice too, Nara?" Ajak Keira sambil menyangga kepala dengan tangan kirinya menghadap Nara yang duduk di sampingnya.
Sudut bibir Keira terangkat miring. Ekspresinya begitu tengil hingga membuat Nara mendengus pelan sambil memutar bola mata. Tetapi tak lama kemudian dia mengangguk dengan pandangannya yang masih fokus pada makanan di depannya.
Keira tersenyum sumringah, merasa puas hanya dengan anggukan kecil Nara. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke Rina tanpa melepas sanggahan kepalanya.
"Okee, berarti tinggal kamu doang ya. Nanti kamu pulang sendiri aja kalau kita latihan," goda Keira sambil mengigit roti.
"Nyebelin banget, tau ahh mau pindah ke meja temanku aja, bye semua," gerutu Rina yang kemudian dia beranjak pergi sambil menenteng piring dan gelasnya.
"Yahh ngambek dia," celetuk Anton sambil terkekeh kecil.
------
Seperti biasanya, setelah jam pulang sekolah tim LKTI menyempatkan waktunya untuk mengerjakan proposal. Hari ini mereka berkumpul di perpustakaan. Dan tentu saja ada Keira ikut nimbrung. Suasana di meja cukup hening karena masing-masing anggota mengerjakan pembagian tugas.
Di sisi lain, Keira dengan santai membaca komik favoritnya yang dia bawa dari rumah. Buku komik yang sempat membuat napas Nara tertahan sesaat. Namun rasa terkejutnya cepat beralih begitu tau komik yang dibawa Keira merupakan edisi terbaru, berbeda dengan edisi komik yang dipersiapkan Nara sebagai hadiah ulang tahun Keira dulu.
Di tengah keseriusan mereka, tiba-tiba terdengar suara Rina memecah keheningan.
"Ehh btw kalian udah pada nyatat materi matematika kan, soalnya aku liat catatan temanku susah banget,"
Pada hari Senin kemarin, anggota LKTI mendapat dispensasi dari kegiatan belajar selama dua jam untuk mengikuti kelas bahasa inggris khusus persiapan lomba. Dispensasi akan terus berjalan setiap satu minggu sekali dengan hari yang berbeda-beda hingga waktu perlombaan sudah dekat. Kemarin, Anton tertinggal mata pelajaran matematika di satu jam pertama, sedangkan Rina dan Nara tertinggal di jam kedua.