||
28 April 2026
"Kenapa bisa sih kamu tadi bisa separah itu?" tanya salah satu anggota kelompok yang berdiri di hadapan Keira dengan ketus.
Keira hanya duduk diam sembari tangannya memainkan gantungan tas, membiarkan tiga anggota kelompoknya mengerumuni bangku tempat duduknya. Sementara, Nara sibuk merapikan catatan materi sejarah. Meski terlihat pandangannya terkunci pada buku catatan, namun sebenarnya Nara diam-diam menyimak pembicaraan Keira dengan anggota kelompoknya dari bangkunya.
"Gak mau tau, pokoknya kamu harus tanggung jawab," cetus anggota siswi lain berkacamata hitam.
"Tanggung jawab gimana?" tanya Keira dengan suara dingin.
"Iya, bujuk Bu Sinta minta presentasi ulang atau apa kek terserah." pinta anggota berkacamata itu sambil menggeser kursi di samping bangku Keira lalu duduk bersandar pada kursi.
"Jelasin juga kalau ini murni kesalahan kamu yang kurang persiapan." lanjut anggota berkacamata itu.
Keira menolehkan kepala ke arah gadis berkacamata itu.
"Kenapa harus aku sendiri yang nanggung?"
"Iya karena kamu yang merusak presentasi tadi." sahut gadis itu.
"Padahal kamu tinggal mempelajari doang. Kamu cuma numpang nama tapi kita semua yang kena," timpal anggota lain dengan rambutnya yang dikuncir kuda setelah beberapa saat diam menyimak sembari menopang pinggangnya pada meja di belakangnya.
Keira menunduk sejenak. Tampak senyum sinis mulai menyungging di wajahnya.
"Aku gak pernah dapat info kerja kelompok apapun dari kalian. Tau-tau udah selesai,"
"Tapi aku udah kasih kamu materi harusnya pelajarin,,,"
"Kamu ngirimnya jam 5 pagi. Pelajaran mulai jam 8. Terus selama seminggu ini aku gak pernah dilibatkan kerja kelompok," tukas Keira tajam sambil menolehkan kepala ke arah kiri dengan cepat, memotong pembicaraan siswi berkuncir kuda itu.
Nara yang sedari tadi sibuk menulis tiba-tiba menghentikan aktivitasnya. Tangan kanannya yang memegang bolpoin melayang di udara. Lalu dia mulai melirik Keira yang duduk di depannya. Meski hanya punggung yang terlihat, Nara bisa merasakan amarah yang berusaha ditahan oleh Keira. Selain Nara, pembicaraan Keira dengan anggota kelompoknya juga memancing perhatian teman-teman kelasnya.
"Apa kamu mau aku jelasin itu semua ke Bu Sinta?" cetus Keira lalu dia mengarahkan pandangan ke semua anggota satu per satu dengan tatapan tajam. Setelah itu, dia menundukkan pandangannya kembali ke gantungan kunci tasnya.