Jakarta ,
Setelah sarapan Bunda Aila mengajak anak perempuannya ,Aqeela , untuk duduk ngobrol diruang keluarga.
"Sayang ,boleh Bunda tanya satu hal ?"
Aqeela menoleh "boleh dong bunda ,ada apa ?"
Bunda menghela nafasnya sejenak kemudian menggenggam tangan kanan putrinya dengan lembut "So'al permintaan terakhir Ayah ,kamu sudah memikirkannya ?" Tanya nya hati-hati.
"Sudah Bunda ,insyaallah Qeela siap "jawabnya mantap ,tangan kirinya terangkat mengusap tangan Bundanya.
"Kamu tidak keberatan ?"tanyanya memastikan
Aqeela menggeleng "enggak Bunda ,lagian semalem Qeela mimpi ketemu Ayah.Wajah Ayah kelihatan putih ,bersih ,Ayah tersenyum ,kemudian meluk Qeela.Ayah bilang Ayah bahagia" Aqeela tersenyum mencoba menahan tangis yang menyeruak karena rindu.
"Qeela enggak mau merusak kebahagiaan Ayah ,Bun.Lagian itu bagian dari kewajiban aku sebagai Muslimah ,jadi insyaallah aku siap"
"Alhamdulillah ,Makasih sayang.Bunda minta maaf karena selama ini banyak mengekang kamu sayang " Aqeela menggeleng kemudian memeluk Bundanya erat_ Qeela enggak pernah ngerasa di kekang Bun ,justru Qeela mau berterimakasih sama Ayah dan Bunda ,karena udah jagain Qeela ,udah ingetin Qeela bahwa kehidupan akhirat lebih utama "
Aqeela melepas pelukannya kemudian menghapus air mata Bundanya.
"Jadi kapan Qeela akan berangkat ?"tanyanya kemudian
"Nanti nunggu Abang kamu pulang dulu "jawab Bundanya kemudian.
"Jadinya kapan Abang pulang ?"
"Bunda juga belum tau sayang ,katanya urusannya disana belum selesai"
"Ya udah ,aku mau ke atas ya Bun ,aku mau mandi dulu "
"Oke sayang , hati-hati"
Aqeela tertawa ,"kaya mau kemana aja sih Bun "
"Dimana pun ,kapan pun dan kemanapun kata Ayah apa ?harus hati-hati sayang "ucapnya gemas
"Oke Bunda "ucapnya tanpa membantah ,kemudian berlari menuju tangga setelah mencuri kecupan di pipi sang Bunda.
Bunda yang menerima ciuman dari putrinya pun tersenyum ,sedangkan ketika matanya melihat tingkah Aqeela yang berlari seperti anak kecil, kepalanya menggeleng pelan.
***
Di belahan lain di sebuah pondok pesantren yang lumayan terpencil ,riuh dengan gelak tawa para santri yang merasa senang karena hari ini ngaji diliburkan ,karena Yai nya ada urusan ke Masyarakatan.
Sebagian para santri ada yang pergi menemani Yai ,ada yang pergi tidur ,ada yang pergi ke warung mencari makan.