Bisik Hening

Siti Nurlatifah
Chapter #2

Awal perjalanan

Hari ini 05 Oktober Aqeela berangkat menuju pondok pesantren At-Taqwa di daerah Jawa Barat bersama Bunda dan Abangnya tentunya.

Aqeela sedikit merasa nervous ,dia takut tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kegiatannya.

Dari semalam abangnya sudah memberikan nasihat ,kalau tidak betah dan lingkungan tidak nyaman ,dan Aqeela sudah berusaha semampunya ,jangan ditahan harus langsung laporan ,telpon ataupun chat,Bunda dan Abangnya siap untuk membawanya kembali.

Setelah melewati beberapa jam perjalanan ,akhirnya Aqeela dan keluarga sampai ditempat tujuan.

Mobil berhenti Aqeela merapihkan kerudung yang ia pakai ,kemudian turun saat kerudungnya rapih, Bunda dan Abangnya sudah menunggu diluar.

Melewati parkiran luas , Aqeela berjalan berdampingan menggenggam tangan Bundanya untuk meringankan tekanan yang tiba-tiba menelusup kedalam perasaan.

Abang yang berjalan terlebih dahulu ,kemudian mengucap salam dan mengetuk pintu sesaat tiba di kediaman.

Tidak menunggu waktu lama ,pintu terbuka,berdiri perempuan paruh baya yang akrab dipanggil Umi ,terbalut Abaya dan kerudung lebar menutup dada ,menyambut hangat dengan senyum manisnya.

"Wa'alaikumsalam "kedua tangannya mengatup didada ,Abang melakukan hal yang sama ,sedangkan Bunda langsung Salim mencium punggung tangannya ,Aqeela pun mengikuti.

"Tamu dari jauh yaa ,Ayo masuk ,mangga silakan duduk "Umi melebarkan daun pintu ,mengajak tamunya masuk ,dan mempersilahkannya duduk.

"Asalnya darimana a ,teh ?"

"Dari Jakarta Umi "

"Owalah jauh pisan atuh ,capek pasti ya perjalanan jauh,ya udah sok di leueut cai sareng kaemamana"

(Owalah jauh banget ,capek pasti menempuh perjalanan jauh ,Ya Udah di minum dulu air dan makananny di makan )

"Iya Umi terimakasih"

"Nya sok tong isin-isin "

(Yaa ,jangan malu-malu)

"Maaf yaa, Umi bahasanya campur ,belum terlalu terbiasa sama bahasa Indonesia"

"Iyaa tidak apa Umi ,saya mengerti sedikit-sedikit kebetulan alm suami saya juga asli Sunda"

"Alhamdulillah ,Masyaallah ,Ada keperluan apa atuh datang jauh-jauh?"

"Ini Umi ,saya mau menitipkan anak perempuan saya disini ,untuk menimba ilmu sekaligus mengabdi kepada Yai dan Nyai disini"

Umi tersenyum kemudian bertanya "Siapa Namanya ?"

"Aqeela aza ,Umi "

"Nama yang cantik ,paras yang cantik ,semoga betah yaa Nak.Seminggu ,dua Minggu belum betah ,enggak papa karena begitulah adaptasi penyesuaian ,tapi tetap dalam hati ,jiwa kita harus punya Himmatul 'Aliyah ,cita-cita yang tinggi ,ingat bahwa kita butuh ilmu ,kita butuh orang yang bisa membimbing kita"

"Dalam hidup ,ada orang tua ,guru ,mereka orang yang harus kita hormati ,kita patuhi ,namun selama tidak keluar dari jalur syari'at yang telah Allah dan Rasulullah tetapkan"

"Ketika ada hal yang tidak sesuai tuntunan Al'quran dan Sunnah ,Ijma dan Qiyas ,kita boleh pergi memilih untuk tidak mengikuti ,yang penting jangan mencelanya "

"Karena terkadang apa yang kita cela ,suatu saat berbalik kepada kita sendiri " Umi sedikit memberi pandangan pada Aqeela ,dan kekuatan dasar ,agar Aqeela tidak terjebak dalam kata abdi tanpa tapi.

Lihat selengkapnya