Sekitar jam 2 malam Mobil yang ditumpangi Harry memasuki kampung halamannya ,disana sudah terlihat Gapura yang terbentang bertuliskan nama pondok dan alamatnya.
Ada rasa lega dibenak Harry ,saat Mobil melewati Gapura ,disana ada beberapa santri yang bertugas Ronda Malam,salah seorang santri turun dari Gazebo membukakan pintu gerbang untuknya.
Akhirnya rasa tidak nyaman ,gelisah di dalam Mobil akan segera terganti dengan lembutnya seprei di kamarnya.
Saat melewati para santri yang sedang berjaga ,Harry membuka kaca pintu ,melongokan kepalanya , meminta tolong kepada salah satu mereka.
"Iham ,tolong bantu saya turun "ucapnya
"Eh A Harry ,sebentar a "Iham ribut merapihkan sarungnya kemudian sedikit berlari ke arah mobil yang telah terparkir di depan rumah Abah dan Umi.
Iham segera membuka pintu penumpang ,kemudian membantu Harry turun ,saat tangannya menyentuh tangan Guru Mudanya ,Iham tersentak karena suhu tubuh Guru Mudanya itu sangat tinggi.
Harry di papah pelan oleh Iham ,Alan yang melihat Iham sedikit kesulitan , akhirnya turun dari gazebo membantu Iham memapah guru Mudanya itu.
Iham mengucap salam ,mengetuk pintu rumah ,tidak lama pintu terbuka dari dalam.
"Ya Ampun ,A Harry kenapa ?"Teh Nisa menjerit kaget
"Ayo ,ayo ,dibawa masuk "
Harry di antarkan sampai kamar ,Iham dan Alan pamit undur diri.Teh Nisa segera berlari ke kamar Uminya.
"Assalamualaikum ,Umi ini Nisa ,Umi ?"
Tidak lama pintu terbuka dari dalam ,Umi berdiri dengan mukena yang masih menempel ,lisan yang masih membaca dzikir.
"Aya naon Teh ,kunaon ?"
(Ada apa teh ,kenapa ?)"
"A Harry pulang Umi ,barusan di Papah mang Santri ,kayaknya sakitnya parah Umi "ujarnya dengan nada khawatir.
"Tarik nafas teh ,kaluarkeun lalaunan ,tenang ,sok sing tenang "
(Tarik nafas teh ,keluarkan pelan-pelan,tenang ayo tenang )
"Umi ganti baju dulu "
"Iyaa Umi "
Umi kembali masuk ke dalam kamar ,kemudian mengganti Mukena dengan Pakaian daster potongan Abaya ,tidak lupa kerudung blus panjang sepinggang .
Saat keluar kamar ternyata anak bungsunya masih berdiri disana menunggunya.
"Tipayun teh ,Jung rencangan hela si Aa na ,Umi kapawon hela ngadamel teh Manis "
(Duluan teh ,temenin dulu Aa nya ,Umi mau ke dapur dulu ,bikin Teh Manis )
"Iyaa Umi "
***