Vino seorang lelaki yang amat sangat pendiam. Tapi karena ia menyukai wanita teman satu kelasnya, ia memberanikan diri mendekati wanita itu.
"Yun, bisa ikut aku ke belakang rumah? Ada yang mau aku omongin sama kamu."
Yuna sedikit bingung, apa maksut Vino mengajaknya ngobrol berdua di belakang rumah Fika temannya saat ini sedang ulang tahun. "Emmm ... Baiklah." jawabnya, menyusul langkah pria di depannya menuju tempat mereka janjikan tadi.
Sesampainya di sana, "Mau bicara apa?" tanya Yuna, posisi kedua tangan melipat di dada. Pandangannya fokus menatap wajah Vino yang gelisah.
"Vin! Kenapa bengong?" tegurnya.
"A-aduh! Maaf aku sedang nggak fokus."
"Oke, gapapa. Lanjut Lo mau bahas apa sampai ke belakang malam-malam begini," ujarnya dengan perasaan was-was.
Malam ulang tahun di adakan berjamaah seluruh kelas. Berjumlah, 25 orang siswa itu. Kenapa bisa? Karena semua siswa kompak dan antusias jika berurusan dengan yang namanya ulang tahun. Jarang-jarang dalam satu sekolah ada satu kelas yang effort banget bela-belain datang di jam 8 malam, bahkan rela menginap demi bisa merayakan ultah tepat jam 12 malam. Gila bukan? Atau mereka teman kandung? Haha, akupun, juga tak paham.
"Maukah, kamu jadi pacarku?" Pertanyaan yang sulit sekali lolos dari mulutnya, akhirnya keluar juga perasaan ia, sudah terpendam sejak dari kelas 1 SMA. Di kelas 2 ini baru berani menyatakan cinta ala anak pendiam.
Perempuan cantik bernama Yuna seketika tersedak liur detik itu juga, "Lo nggak salah? Nembak Gue secara berani gini?" dia awalnya tidak percaya cowok kulkas ini menyukainya.
"I-iya. Aku sebenarnya mendem dari kelas 1 setelah sekolah sudah berjalan 2 bulan. Saat itu, aku suka sama kamu," balasnya lagi, Yuna mendapat jawaban dari Vino mendadak matanya melotot.
"Gila ... Ya, Lo! Gue yang kagak demen, ama Lo!" Sahut dia, lalu meninggalkan Vino.
Ia meremas dadanya terasa sesak dan nyeri saat dapat penolakan dari wanita yang di cintai. Rasa suka dari dulu, kini tumbuh jadi cinta yang tulus darinya.
Yuna kembali kumpul bersama semua teman sekelasnya di ruang tamu secara ramean. Vino ikut nimbrung, bedanya ia cuma diem doang kayak patung. Sedangkan, cewek yang ia sukai malah crewet parah. Banyak banget pembahasan dia. Orang Exstrovert punya segala cara membuat orang betah berlama-lama mengobrol dan bercanda dengannya.