Black Horizon

Oleh: Nurina Wahyu Setyani

Blurb

**BLACK HORIZON**

Persahabatan yang dimulai sejak bangku SMP membawa **Sammy Marion** dan **Jason Refaga** menempuh perjalanan panjang sebagai musisi. Dari bermain musik bersama hingga akhirnya bergabung dalam label **Black Horizon**, keduanya tumbuh menjadi sahabat yang saling memahami, saling menjaga, dan hampir selalu menghadapi setiap persoalan bersama.

Namun, jika persahabatan mereka terasa begitu sederhana, kisah cinta mereka justru jauh lebih rumit.

Sammy menemukan cinta dalam diri Merry Purba, seorang penggemar yang kemudian menjadi tunangannya. Sementara Jason menjadi penerjemah dalam acara pertunangan sahabatnya itu. Tidak pernah mereka bayangkan bahwa acara yang seharusnya menjadi perayaan cinta Sammy dan Merry justru menjadi awal dari kisah cinta lain.

Di tengah suasana pertunangan, Jason bertemu dengan Martha Purba, kakak Merry.

Hanya sebuah pertemuan singkat.

Namun bagi Jason dan Martha, ada sesuatu yang sulit dijelaskan. Sebuah perasaan yang tumbuh diam-diam sejak pandangan pertama, meski keduanya memilih menyimpannya dalam hati.

Seminggu setelah pertunangan Merry dan Sammy, Martha mendapat mutasi pekerjaan ke Australia. Jarak yang seharusnya menjadi penghalang justru membawa mereka semakin dekat. Di Australia, tanpa sengaja Martha bertemu dengan Mama Belinda, ibu Jason. Pertemuan itu berkembang menjadi persahabatan yang hangat hingga akhirnya Mama Belinda memperkenalkan Martha kepada Jason.

Masalahnya, Jason baru saja melewati perceraian dengan Esthalita.

Luka masa lalu membuat Jason takut kembali membuka hati. Ia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Ia memilih berhati-hati, bahkan ketika perempuan yang berdiri di hadapannya adalah Martha, seseorang yang sejak pertemuan pertama diam-diam telah mengusik hatinya.

Namun cinta tidak selalu datang ketika seseorang sudah siap.

Di Sydney, setelah melalui keraguan, luka, dan pergulatan batin, Jason akhirnya berani mengakui perasaannya kepada Martha. Hubungan mereka pun tumbuh perlahan, hingga sebuah panggung **Black Horizon di Paris** menjadi saksi ketika keduanya memantapkan niat untuk bertunangan.

Sementara Jason menemukan kembali keberanian untuk mencintai, kehidupan Sammy justru membawa pukulan yang jauh lebih berat.

Merry terserang kanker stadium empat.

Perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidup Sammy perlahan harus berjuang melawan penyakit yang tidak mengenal kompromi. Hingga akhirnya Merry pergi untuk selamanya.

Sammy hancur.

Musik yang dahulu menjadi tempatnya meluapkan kebahagiaan berubah menjadi ruang penuh kenangan. Setiap lagu mengingatkannya kepada Merry. Setiap panggung terasa kosong. Ia harus belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua orang yang kita cintai ditakdirkan tinggal selamanya.

Sampai kemudian hadir **Anne Purba**, putri seorang duta besar yang pindah ke Australia.

Ada sesuatu tentang Anne yang membuat Sammy terdiam.

Wajahnya mengingatkan Sammy kepada Merry.

Namun Anne bukan Merry. Ia memiliki kehidupan, karakter, dan jalan ceritanya sendiri. Pertemuan mereka menjadi awal dari perjalanan baru yang tidak mudah. Sammy harus belajar bahwa mencintai seseorang yang baru bukan berarti melupakan seseorang yang telah pergi.

Di tengah sebuah acara ulang tahun wali kota, Sammy akhirnya membuat keputusan besar. Di hadapan banyak orang, ia mengumumkan pertunangannya dengan Anne.

Dua sahabat.

Dua keluarga.

Dua kisah cinta yang lahir dari pertemuan yang tidak pernah direncanakan.

Hingga akhirnya Jason dan Martha, serta Sammy dan Anne, berdiri di altar pada waktu yang hampir bersamaan, membawa kisah panjang tentang cinta, kehilangan, pengampunan, dan kesempatan kedua.

Kehidupan setelah pernikahan ternyata tidak kalah ramai.

Jason membawa seorang anak dari pernikahan sebelumnya bersama Esthalita, Axel, yang menjadi bagian penting dalam keluarga barunya. Bersama Martha, Jason kemudian dikaruniai Elmar, seorang anak laki-laki berusia empat tahun; si kembar Eltha, perempuan, dan Elfatha, laki-laki, yang kini berusia dua tahun; serta bayi perempuan mereka, Elmora, yang baru berusia tiga bulan.

Sementara Sammy dan Anne memulai kehidupan mereka sebagai pasangan sekaligus orang tua, membangun keluarga kecil yang menjadi tempat mereka pulang setelah dunia musik, panggung, perjalanan, dan segala hiruk-pikuk kehidupan berlalu.

Di antara konser, sorotan lampu, perjalanan lintas negara, perbedaan budaya, luka masa lalu, kehilangan orang tercinta, serta tawa anak-anak yang memenuhi rumah, Jason dan Sammy akhirnya memahami satu hal:

rumah bukan selalu tempat seseorang dilahirkan.

Rumah adalah tempat hati merasa diterima.

Tempat seseorang tidak perlu berpura-pura kuat.

Tempat cinta tetap tinggal meskipun kehidupan berkali-kali menguji.

Dan pada akhirnya, mereka menemukan rumah itu bukan di panggung Black Horizon, bukan di kota tempat mereka dibesarkan, dan bukan pula di negara mana pun.

Mereka menemukan di dalam keluarga kecil yang mereka bangun dengan cinta.

Karena cinta tidak pernah benar-benar bertanya dari negara mana seseorang berasal.

Ia hanya bertanya apakah dua hati bersedia berjalan bersama, melewati badai, kehilangan, perbedaan, dan waktu.

Sebab bagi Jason, Martha, Sammy, dan Anne, perbedaan kebangsaan bukanlah akhir dari sebuah kisah cinta. Justru dari sanalah perjalanan mereka benar-benar dimulai.

Lihat selengkapnya