Aku berlari dengan sekuat tenaga ke kantin sebelum bel pelajaran selanjutnya berbunyi. Nafasku terengah-engah sambil berlari itu, lidahku kemana-mana karena mengambil nafas dari mulut juga. Di koridor aku melihat sosok yang familiar. Sosok itu tengah menyendok ice cream cup sambil menyapit buku di ketiaknya
“Hei! mau pergi kemana?” tanyanya dengan mulut penuh
Aku berhenti sejenak untuk menjawabnya
“Ke.. Kantin” Ucapku dengan nada terengah-engah
“Nanti aja ke kantinnya, habis pelajaran ini. Bentar lagi bel. Ayo”. Mendengar ajakan itu aku merasa lega, Arthur dan kawan-kawan tidak akan berani membullyku saat ada Jia. Aku mengekori dia sampai ke kelas tiba. Arthur Genk yang tadinya ramai tiba-tiba terdiam melihat aku dan Jia. Aku memberanikan diri untuk bertanya
“Ehm.. Jia.. Selama pelajaran pertama menghilang. Pergi ke perpus ya?” Tanyaku dengan gugup. Dia menoleh ke arahku. Menjawabku dengan deheman sembari menoleh ke arahku. Oh tuhan.. mukanya sangat imut. Aku tersipu
“Iya”. Jawabnya santai. Teman sebangkunya berteriak memanggil dia
“Ehhh… Jia selama pelajaran pertama bolos ya?” Tanya temannya itu. Jia pun menghampiri temannya dan berbincang-bincang sebelum guru datang. Sedangkan Aku? Aku berjalan ke arah mejaku sambil tertunduk, menghindari rute teman-teman Arthur
Sampai bel sekolah berbunyi aku merasa tenang tidak di ganggu Genk Arthur, itu karena Jia hanya duduk di mejanya membaca buku sampai bel pulang sekolah berbunyi. Aku terus menatapnya dari belakang
Satu persatu Siswa-siswi kelas keluar satu persatu. Aku berjalan cepat agar tidak di ganggu oleh Genk Arthur. Semuanya berjalan lancar hingga aku tiba di Apartemen ku. Aku menarik nafas lega.
Biar ku perkenalkan sekolahku dulu. Sekolahku merupakan sekolah favorit di kota. Tidak heran banyak anak-anak kaya yang nge kost atau sewa apartemen sepertiku. Ada 10 jurusan di sekolah aku menempuh ilmu. SMKN Nusabakti
Jurusan pertama, Jurusan MPLB/Perkantoran. Rata-rata murid di sini sangat modis. Banyak seleb-seleb di platfrom TokTik berasal dari MPLB. Sisi gelapnya mereka hanya berteman dengan orang-orang yang setara dengan dirinya sendiri (pertemanan mandang followers). Ada setidaknya 3-6 orang murid laki-laki dari jurusan ini. Tidak semua, tapi rata-rata mereka adalah seorang femboy. Laki-laki yang awalnya normal pun akan terbawa arus
Jurusan ke-2, Jurusan TKJ jurasan yang humble. Tetapi konflik mereka juga tetap ada. Musuh bebuyutan dengan RPL
Jurusan ke-3, Jurusan RPL. Mereka memusuhi TKJ, mereka sering di anggap sama. Dan mereka menggap bahwa jurusan lebih baik dari TKJ. Perang dingin tentunya slalu terjadi
Jurusan ke-4, Jurusan farmasi. Ketika melewati kelas mereka, mereka selalu memberikan senyuman yang ramah. Tetapi beda di hati, mereka bermuka dua. Banyak gosip panas berasal dari mereka
Jurusan ke-5, Jurusan TKR. Anak yang semasa SMP-nya baik akan terbawa arus jika masuk ke jurusan ini. Tapi menurutku itu tergantung pada diri mereka sendiri. Berandalan banyak dari mereka. Geng bermotor, Tawuran dengan sekolah sebelah.
Jurusan ke-6, Jurusan DKV. Entah mengapa di sini banyak sekali wibunya. Semua jurusan membenci mereka, mereka pun sering menjadi bahan ejekan. Membawa bantak bersarung anime di kelas hal lumrah bagi mereka
Jurusan ke-7, Jurusan Tata Rias. 11, 12 dengan MPLB. Banyak selebnya, bermusuhan seperti TKJ dan RPL. Bedanya mereka seca terang-terangan
Jurusan ke-8, Jurusan AKL. Banyak anak ambis, ganteng, cantik berasal dari jurusan mereka. Rata-rata AKL banyak dari beasiswa, atau siswa kurang mampu. Ejekan untuk mereka pun tak luput. Tetapi anak AKL menganggap mereka hanya monyet gila
Jurusan ke-9, Tata Boga. Tentunya semua jurusan mencintai masakan mereka yang di bagikan gratis. Tiap hari Jum'at mereka slalu memberikan makanan untuk Jum'at berkah. Anak-anak di sini tentu jujur dan blak-blakan
Jurusan terakhir, Jurusan Seni Musik. Murid di sini hari sekolah biasa sangat tenang. Jarang berkomunikasi.. mungkin lewat alat musik mereka (?). Tetapi saat Classmeet tiba, kepribadian mereka berubah drastis seperti orang gila, apalagi saat ada lomba menyanyi antar kelas. Pernah waktu itu satu kelas ikut menyanyi.
Dan aku? Aku berada di Jurusan RPL. Aku memilih RPL karena berfikir aku akan menjadi hacker yang hebat. Tentu saja tidak begitu, sekolah mana yang mengajarkan untuk membobol data orang kan? Cacian makian tak luput juga dari anak-anak TKJ
Pemandangan Apartemen sangat berantakan, Aku tinggal sendiri di Apartemen yang di hadiahkan oleh Ayah dan Ibuku agar bisa hidup mandiri. Rasanya tidak begitu, Aku merasa aku hanya di buang dengan embel-embel “Belajar Hidup Mandiri”
Aku segera pergi ke kamarku, melempar tas entah kemana. Aku membaringkan diriku hingga kasur itu berdenyit, berbalik ke kanan dan kiri
Suara notif dari ponselku berbunyi, aku meraih ponsel yang aku taruh di samping tempat tidur saat berbaring tadi. Membuka chatting room grup “IPS KELOMPOK 2” yang berisi aku, Jia, Arthur, Tania, Rendi, dan Vanesya. Besok adalah presentasi bagian kelompok kami
“HEIIII SEMUANYA BESOK SEKOLAH!!! BESOK BAGIAN KITA PRESENTASI”. Pesan dari Tania
“Aduh.. guru IPS sering tanya-tanya mendalam jir”. Keluh Rendi di chat itu
“Kan materi-materinya udah ku bagi-bagi. Harusnya kalian udah tau kan?”. Jia
“Gue mah besok ga sekolah @semua”. Arthur men-tag semua anggota
“Sekolah lah.. masa lu ga hargaib yang udah capek-capek belajar”. Jia
“Lah si gendut aja jarang keliatan belajar. Presentasi kita pernah di ulang karena dia gelagapan kan? udah mah gendut, hidup, ga guna lagi. Cuman jadi parasit doang”. Arthur yang mengirim pesan itu. Yang di katakan Arthur mungkin memang benar.. Aku menatap layar ponsel dengan sakit di tenggorokan
“Tau tuh, awas lu ngerecok ndut”. Vanesya
“Keyy buat presentasi besok udah belajar kan?”. Jia
“@Keyyandra”