Pov Arthur
Aku menatap kosong tumpukan buku yang telah aku siapkan di meja ruang tamu. Aku terduduk di lantai dengan mulut menganga. Menyentuh jantungku yang berpacu dengan kencang
Deg Deg Deg Deg
"Lihat abang! Aku baru liat dia se-gugup itu bu" Bisik Kellyn kepada ibu
"Ibu juga.. Ibu sangat semangat tentang ini" Ucap ibuku antusias memeluk Kellyn
"AAAAAAAAAA" Mereka berdua berpelukan
"Sudahlah, segera siapkan banyak makanan. Teman-teman Arthur juga bakalan datang kesini kan" Perintah Ayahku
Beberapa menit kemudian, Rehan, Vanesya, Tania datang bersama. Beberapa menit lagi Jia dan Arthur datang bersama. Saat mereka menekan bel pintu aku membukakan gerbang pintu rumah. Ekspresiku berubah saat Keyyandra ada di sebelahnya, Aku memberikan tatapan kesal kepada Keyyandra, terlihat ekspresinya ketakutan
"Eh Jia, datang juga.. kenapa barengan sama si buntal?" Tanyaku pada Jia
"Ah kami tadi papasan, jadi datang bersama"
"I-iya Arthur"
"Lu kenapa ke sini si? Pulang aja sana!" Usirku pada Keyyandra
"Eh dia kan kelompok kita juga Arthur" Jia menghalangiku dengan satu tangannya, mencegahku melakukan hal yang berlebihan
Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal menatap Keyyandra kesal
"Hahhh... yaudah masuk, Ibu udah nyiapin makanan buat kalian" Ucapku sambil berjalan ke arah dalam rumah
Kita bertiga duduk di ruang tamu, Keyyandra terlihat sedikit kesulitan duduk karena badannya yang besar
"Apasih gendut! Lu duduk di bawah aja. Jangan geser-geser ke gue!" Rehan
"Ma-maaf" Keyyandra langsung duduk di bawah, melihat ke lantai sambil mengigit bibirnya
"Haloo.. ini camilan untuk kalian belajar ya" Ibuku menyajikan beberapa camilan manis, Adikku juga membantunya membawakan Jus jeruk
Pandangan adikku berbinar-binar melihat ke arah Jia. Aku memelototinya 'Diem! Jangan kasih tahu!' tatapanku padanya seolah berkata begitu. Dia pun tertawa cengengesan
"Wah tante! Makanannya keliatan enak banget" Jia tersenyum, mengambil 2 cookies. 1 cookies ia makan, dan satunya lagi ia berikan kepada Keyyandra lalu duduk. Aku memelototi Keyyandra lagi hingga ia tersedak
"Eh Jia, duduk di sini aja" Ajak Tania
"Mending di bawah aja, sambil makan" Ucap Jia dengan mulut yang penuh
Aku pun segera duduk di sebelah Jia, dengan pandangan yang tidak pernah mengalih menatap sinis pada Keyyandra
"Heh! makanannya jangan banyak-banyak lu tuh udah gendut"
"I-iya.. Aku ga bakal makan lagi" Keyyandra gelagapan
Aku melihat ibuku dengan sudut mataku. Tatapannya padaku seperti malaikat maut
"Hahahaha... tidak apa-apa, makanannya masih banyak ko di dapur. Kalo habis, bisa Kellyn ambilkan lagi." Tertawa yang di paksakan sangat ngeri untukku, tentunya setelah itu dia memelototi ku lalu pergi. Aku meneguk air ludahku kasar
"Ehh... Tapi gue pengen di sofa gapapa kan thur?" Tanya Rehan
"Terserah, mau duduk di bawah atau di sofa bebas" Balasku ketus sambil mengigit cookies kasar
"Kak Jia! Kak Jia" Jia menoleh ke sumber suara, Kellyn yang memanggilnya
Jia memberikan senyum hangat pada Kellyn. Aku yang ada di sebelahnya menatap tersipu. Setelah itu aku memberikan tatapan yang seolah memerintah untuk menjaga rahasia
"Kak Jia cantik banget!" Ucap Kellyn antusias
"Hahaha.. makasih ya. Kamu adiknya Arthur ya?". Kellyn mengangguk sebagai jawaban