Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #1

Chapter #1

Matahari perlahan muncul di ujung langit, sembari menebar cahayanya yang terang dan hangat ke penjuru kota.


Sinar itu menyelinap masuk ke dalam rumah kayu yang terlihat kecil, lalu berhenti tepat di wajah Caelus.


Kerutan tipis terukir di dahinya.

Ia mengubah posisi tidurnya ke arah yang berlawanan.


Detik demi detik berlalu, alarm di HP nya mulai berbunyi nyaring di bawah bantal.


Perlahan Caelus membuka matanya, sambil Mengambil HP yang ada di bawah bantal, lalu mematikan alarm itu.


Ia menaruh HP nya cukup keras sampai terdengar suara benturan, lalu bangkit dari kasurnya dengan mata masih setengah terbuka.


Sebuah rutinitas normal yang kembali ia jalankan seperti biasanya selama bertahun-tahun…


Langkahnya mulai menyusuri perumahan di kota itu.

Sesekali kendaraan berlalu lalang di tengah jalan dengan kecepatan stabil.


Tatapannya lurus, namun sesekali melirik ke beberapa rumah di sampingnya.


Sampai akhirnya ia berhenti di depan gerbang sekolah.

Banyak siswa dan siswi berjalan masuk ke bangunan tua itu.


Caelus menghela nafasnya, lalu berjalan masuk.


…

Sebuah siulan menarik perhatiannya.

Entah untuk siapa, namun refleks nya membuat dirinya menoleh ke arah suara itu.


Kaslana duduk di deretan batu di taman sekolah itu.

Ia mengangkat tangannya, di ikuti dengan lambaian pelan.

“Pagi, tumben ga bareng dia.”


Caelus menatapnya datar, lalu menghampirinya.

“Malas, gw nunggu dia keburu bell masuk.”


Ia duduk di sampingnya.

“Lu ngapain disini?”


“Itu, nunggu billy.”


Caelus mengangguk pelan, lalu menepuk bahunya.

“gw ke kelas duluan, sekalian ngerjain tugas.”


“Tugas? Apaan?”


Caelus menghela nafas pelan, lalu beranjak dari tempatnya.

“Entar gw kasih tau, dah.”

Ucapnya sambil melangkah pergi.


Kaslana mengangkat satu tangannya ke udara.

“Tiati salah kelas kayak kemarin.”


Tidak ada hal yang menarik selama ia berjalan melewati lorong dan kelas di bangunan itu.


Tatapannya berpindah sesekali ke mata setiap siswa siswi yang ada disana.


Pandangannya berpindah ke tulisan kelas di atas pintunya.

Ini kelas gw.


Pintu kelas terbuka perlahan, dan tatapannya langsung menyapu setiap murid yang ada disana.

Beberapa murid menatapnya, namun dengan cepat kembali ke urusan mereka sendiri.


Caelus berjalan pelan melewati bangku demi bangku, sampai menemukan bangkunya sendiri di bagian paling belakang.


Ia duduk disana dan langsung menaruh tasnya di lantai kayu.


Beberapa menit berlalu, pintu kelas dibuka dengan keras, sampai menarik perhatian hampir semua orang di dalam sana.


Caelus tersentak pelan, lalu menatap pintu itu.


…

Rappa dan acheron melangkah masuk.


“gw dah bilang lewat jendela lebih enak, ga perlu banting pintu.”

Gumam rappa, sambil berjalan ke bangkunya.


Acheron tidak menggubris, bahkan tidak menatapnya.

Lihat selengkapnya