Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #5

Chapter #5

Waktu berjalan begitu cepat, dan mereka berempat kini tiba di rumah Caelus.


“Halow, gimana, ren? Ditinggal ama Roron?”

Tanya rappa sambil melangkah masuk.


Kirene menatapnya sambil tersenyum kecil.

“Lumayan kok.”


“Lumayan sepi.”

Jawab acheron.


Rappa tertawa tipis.

“Bentar doang itu, gw tiap hari.”


“Bahannya udah semua?”

Tanya acheron.


Caelus dan Billy melangkah masuk, lalu meletakkan bahan itu di lantai kayu.


“Udah, tinggal dikerjain nih? ”

Jawab Caelus sambil menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


“iyalah, selesaiin cepet.”

Jawab kaslana sambil mendekat.


Billy menoleh ke arahnya, sambil menunjuk ke barang bawaan.

“Lu sama rappa kerjain deh, kita berdua dah kena insiden.”


“Insiden paan?”


“Kepentok tiang dia.”

Ucap Caelus sambil menunjuknya.


Billy menoleh cepat.

“Si bangke malah di spill.”


Rappa menghampiri mereka sambil meneguk minuman yang baru ia ambil.

“Pantes palanya gede sebelah.”


Billy berdecak kecil.

“Diem lu anak jendela.”


Kirene turun dari sofa itu, berpindah ke lantai kayu.

“Kalian istirahat aja, biar ku kerjain sama acheron.”


Caelus menatap bahan itu.

“Gw bantu bisa sih-”


“maksain diri lagi, udah waktunya istirahat ya istirahat.”

Sela Billy.


Ia menunjuk ke kaslana menggunakan jempolnya, lalu ke rappa.

“Biar mereka berdua yang bantu, kita duduk manis aja.”


Tatapannya berpindah ke caelus.

…

Ia menatap bahan itu dengan tajam.

Ya… harusnya gw tau jawabannya.


Ia menghela nafas pelan.

“Terserah lu dah, gw ga bisa atur juga. Mau bantu atau engga itu pilihan lu.”

Ucapnya sambil bangkit dari tempatnya, lalu berjalan pergi.


Mereka mulai menjalankan tugas kelompok itu.

…

Selama progress tidak ada hal yang menarik perhatian mereka.

Fokus penuh tertuju ke tugas itu.


Matahari semakin turun dari langit, dengan cahaya yang perlahan meredup.

Langit biru itu juga berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih gelap.


Mereka akhirnya selesai menyelesaikan tugas membosankan itu.


Kaslana menghela nafas panjang, sambil menaruh kedua tangannya di belakang.

“Akhirnya selesai… buset dah kerja ga di gaji.”


Rappa menatap hasil dari kerja mereka, sambil mengelus dagunya.

“Ni kalo gw belah jadi dua…”


“Heh- tahan dulu intrusive thoughts lu.”

Sela kaslana dengan cepat.


“terus cara bawanya gimana?”

Gumam Kirene.


Tidak ada yang menjawab.

Cukup lama…


Kaslana menegakkan tubuhnya.

“Oke, siapa rumahnya paling deket sama sekolah?”


“Gw deket.”

Jawab rappa.


Kaslana mengangkat tangan cepat ke dekatnya.

“Ga, lu ga ada lewat jendela lagi yang ada berantakan.”

Lihat selengkapnya