Bell berbunyi nyaring ke seluruh sekolah.
Waktu istirahat akhirnya dimulai.
Kaslana bangkit dari kursinya, lalu memanggil Billy.
“Oi, Billy willy. Kantin ga lu.”
Billy terbangun dari tidurnya sambil menguap pelan
“Lu ngomong apaan? Pengantin?”
“Kantin woi, mau nikah lu abis lulus?”
Billy mengucek pelan matanya.
“Oalah… gw kira, ayo aja gw mah.”
Kaslana melangkah keluar kelas terlebih dulu.
“Lu sadar dulu, nanti nyusul.”
Ia menghentikan langkahnya tepat di pintu kelas, lalu menengok ke belakang.
“Cael, lu nitip apaan?”
“Nitip angin satu.”
Jawab Caelus sambil merapikan buku nya.
Kaslana menatapnya datar.
“Maksudnya apaan lagi tuh…”
“Nitip angin maksudnya nolak, lan, bener kan?”
Gumam rappa sambil melangkah masuk ke kelas.
Caelus menjentikkan jarinya.
“Bener banget, bentar lu masuk lewat mana?”
Rappa menunjuk ke langit langit atap.
“Lewat atap, jadi aktor mission impossible bisa nih.”
“Ga logis…”
Balas Kaslana dan Caelus secara bersamaan.
Kaslana kembali menghadap ke depan, lalu berjalan keluar.
“Yaudah gw duluan.”
Kelas itu tetap riuh dengan suara dari murid lain.
Dari dalam kelas… Maupun lorong.
Kirene memasukkan buku pelajaran ke dalam tasnya.
“Cael.”
“Apaan?”
Kirene menaruh tasnya ke lantai.
“Aku ajak ke kantin mau gak?”
Caelus langsung meliriknya tanpa aba aba.
“Buat…?”
“Buat, nemenin aja. Aku sendirian ga berani.”
Jawab Kirene sambil tersenyum lembut.
Caelus terdiam sesaat, lalu memindahkan pandangan ke acheron.
“Kenapa ga bareng acheron aja.”
Acheron meliriknya sekilas, namun dengan cepat kembali membaca bukunya.
“Pembahasan kita terakhir udah kelewat canggung.”
Kirene menggaruk pelan rambutnya.
“Iya… kemarin kan udah bareng dia, kayak yang acheron bilang… canggung banget.”
Caelus menghela nafasnya cepat.
“Oke, fine. Gw temenin, ga ada rencana mau beliin gw sesuatu kan.”
“E-engga…”
Caelus menatapnya, sambil menurunkan satu alis.
“Kirene…”
Kirene memalingkan wajahnya, sambil menggesek kakinya ke kiri dan kanan.
“Iya… niat ku itu, tapi karena kamu nolak, terus ga jadi deh.”
Ia langsung menatap mata caelus lagi.
“Tapi beneran temenin, aku mau ke kantin ini.”
“Ya, ya… percaya.”
Jawab Caelus sambil memalingkan badannya.