Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #12

Chapter #12

Waktu berjalan lebih lama dari biasanya.

Caelus merebahkan tubuhnya di kasur, dengan tatapan ke langit langit atap.


…

Entah apa yang ia lakukan.

Baterai HP telah mencapai batasnya.

Tidak bisa lagi dihidupkan.


Lampu kamar menyala redup.

…

Terlalu hening… lagi.


KLIK.


Lampu kamar berkedip sekali.


Tatapannya langsung menangkap sorot lampu itu.


…

KLIK, KLIK.


Kedipan kembali terjadi.

Berkali kali… dengan cepat.


Sampai akhirnya.

Di kedipan terakhir… lampu itu mati sepenuhnya.


Kegelapan langsung mengisi ruangan itu, menutup semua warna dengan kegelapan pekat.


Caelus masih berbaring di kasur.

…

Mati lampu?


Ia bangkit dari kasurnya, sambil meraba-raba sekitar.


Tangannya memegang sesuatu.

Kasar… terasa berserat seperti kayu.

Lemari?


Caelus kembali berjalan pelan, sambil berpegangan dengan lemari itu.


Tangannya melepas pegangan itu, dengan langkah yang berjalan ke samping.


Kepalanya kembali terbentur cukup keras, namun tak melangkah mundur.


Tangannya langsung terangkat ke depan, sambil mengelusnya pelan.

Perlahan turun ke bawah, sampai mendarat di gagang pintunya.


Akhirnya…

Caelus membuka pintu itu.


Kegelapan sudah menguasai rumahnya secara penuh.

Ya… mati lampu, token Listrik nih kayaknya.


Pintu kamar ditutup, lalu Caelus membalikkan badannya.

Besok aja lah gw cek, daripada kaki gw jadi korban.


Ia kembali berjalan menuju kasur, lalu merebahkan tubuh disana.


Mata terpejam secara perlahan.

Suasana sunyi… jam berdetak, terdengar keras.


. . .


Perlahan matahari kembali terbaik dari ufuk timur.

Cahayanya langsung tersebar, dan memasuki rumah caelus.


Gelapnya rumah kini diganti dengan terangnya cahaya.


Caelus membuka matanya perlahan.

Pandangannya sempat kabur sementara, sebelum kembali normal.


Lihat selengkapnya