Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #15

Chapter #15

Caelus mengelus dagunya.

“Listrik gw hidup?”


Tatapannya berpindah ke Kirene.

“Terus kenapa lampu gw mati, ren?”


Kirene mengangkat bahunya.

“Aku ga tau, kulkas hidup.”


Tatapannya berpindah ke lampu yang mati di atas atap.

“Lampu mu yang rusak kayaknya.”


Caelus ikut menatap ke arah yang sama.

“Kalo lampu gw rusak, kenapa lampu kamar juga.”


“ku beliin aja lampunya.”

Ucap Kirene sambil berjalan keluar.


Caelus menatapnya pergi.

Tangannya terulur ke arahnya.

“Ren, bentar dulu.”


Kirene tidak merespon.

Langkahnya semakin dekat ke pintu keluar.


Caelus menurunkan tangannya.

“Gw aja yang beli.”


Kirene menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya.


…

Ia menatap mata caelus.

Cukup lama, sampai akhirnya senyuman kecil terukir di wajahnya.

“iya, kamu tau kan tempatnya?”


“Tau, gw tau.”


Caelus mendekatinya, sampai tepat di depannya.

Tangannya terulur, dengan telapak tangan ditunjukkan.


Kirene menatap telapak tangannya, lalu mengambil beberapa uang di saku celana.

“Aku ga tau ini cukup apa engga, cuma harusnya cukup buat beli satu lampu.”


Ia menaruh uangnya ke tangan Caelus.

“besok aku dateng lagi, bawa uang lebih.”


Caelus menatap uang yang ada di pegangannya, lalu menutup tangannya menjadi kepalan.

“Makasih… gw minta maaf kalo ngerepotin.”

Ucapnya dengan nada pelan.


Kirene terdiam sesaat, dengan mata yang terbuka lebar.

Senyum kembali terukir di wajahnya.

“Kamu ngomong apa sih, aku aja ga ngerasa repot, masa kamu ngerasa gitu?”


Caelus tertawa tipis.

“Pinter lu ye, make omongan gw kemarin.”


Kirene berjalan menuju sofa.

“aku tunggu disini aja, mau gelap-”


“Ga berani pulang, gw tau.”

Sela caelus.


Caelus melangkah pelan menuju pintu keluar.

“Tunggu sini aja, nanti gw anter.”


Langkahnya terdengar menjauh dari rumah itu.

Pelan pelan suara kaki yang menginjak aspal itu menghilang.


…

Lihat selengkapnya