Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #19

Chapter #19

Pelajaran berlanjut.

Mereka berdua sudah berada di bangku mereka.


Guru bergumam entah menggunakan bahasa apa.

Suasana di kelas itu sunyi… sesekali murid berbisik dengan orang di sebelah mereka.


Caelus menyapu sekitaran kelas itu, lalu berhenti di depan Kirene.


Tangannya menulis di buku, namun entah apa yang ditulisnya.


“Ren, Kirene.”

Bisik Caelus.


Kirene menghentikan tangannya, lalu melirik.

“Kenapa?”


“Lu nulis apaan?”


Kirene menunjuk ke papan di depan mereka menggunakan pulpen.

“Itu, di depan kan disuruh catet, emang kenapa?”


Caelus menatap kedepan.

Papan itu dipenuhi tulisan.

“Oh… gw kira apaan, perasaan tadi kosong dah.”


Kirene lanjut menulis di buku nya.

“dari tadi ku liat ngelirik kiri kanan terus sih.”


Mereka kembali ke urusan masing masing.

Sampai pelajaran terakhir selesai.


Bell berbunyi untuk keempat kalinya, dan semua murid langsung berkemas dengan cepat, tanpa mempedulikan rapi atau tidak.


Kirene memasukkan buku dan pulpen ke dalam tas, ia gendong.

“Cael, aku bareng ya?”


Caelus menyampirkan tasnya, lalu berjalan pergi.

“Ga usah ngomong juga gw tau, gw duluan ya, lan.”


Kaslana menoleh, lalu mengangkat satu tangannya.

“Yo, ga ikut gw dulu nih?”


“Skip.”

Jawab Caelus sambil melangkah pergi.


Kirene beranjak dari kursinya, lalu menyusul caelus.

“tungguin, Caelus…”


…

Mereka berjalan keluar dari bangunan itu, dan sudah melewati gerbang sekolah.


Belum ada yang membuka obrolan.


Caelus mengambil nafas lebih cepat dari biasanya.

Tatapannya sesekali berbelok ke Kirene, lalu ke depan lagi.


Entah sudah berapa kali ia melakukan itu.


Ia menelan ludahnya, dengan mata terhenti di wajahnya.

“Ren, lu… Beneran ga ceritain ke mereka, kan?”


Kirene menoleh, lalu menggeleng pelan beberapa kali.

“Engga, kan udah janji.”


Lihat selengkapnya