Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #23

Chapter #23

Kirene terdiam menatap mata acheron.

“... Kamu tau darimana?”


“Hari hari gw liat, dari yang awalnya kalian deket. Saling bercanda, saling ngobrol, jadi diem dieman.”

Jawabnya dengan tenang.


Kirene menundukkan kepalanya, lalu mengangguk tipis.

“Iya, aku juga mulai ngerasa kalo Caelus mulai jaga jarak.”


Ia memindahkan posisi badannya ke arah acheron.

“Aku ga tau kenapa, lama lama dia mulai diem, sekarang kita kayak orang… asing.”


“Kamu tau, kapan ini dimulai?”


Kirene menundukkan kepalanya, lalu menggeleng perlahan.

“Engga, aku ga tau.”


“Beneran ga tau?”


Acheron menutup bukunya, lalu memasukkan ke kolong meja.

“Gw ga seberapa paham, tapi… Semenjak lu ajak dia ke tempat yang lu bilang rahasia, dari situ dia mulai berubah pelan pelan.”


Kirene mengangkat kepalanya.

“maksudnya… atap?”


“Atap ya… kalian disana ngapain?”


“Kita cuma ngobrol, tapi… lumayan pribadi.”

Jawab Kirene.


Ia tertawa tipis, namun terdengar canggung.

“Aku… ga bisa ceritain, maaf.”


Acheron menghela nafasnya tipis.

“Gw paham, saran gw cuma… coba bicarain pelan pelan.”


Ia memalingkan wajahnya ke jendela.

“tapi gw ga tau itu bakal bantu atau engga.”


Kirene terdiam sesaat, lalu bangkit dari bangkunya.

“Aku ngerti, makasih.”


Ia mulai berjalan pergi, meninggalkan kelas itu.


“Kirene.”

Panggil acheron.


Kirene sontak menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang.

“Iya?”


“Tas caelus kelupaan, sekalian di bawa aja.”


Kirene terdiam, lalu melirik ke bawah meja.

Tas caelus masih tergeletak disana.


“Oh… iya, Lupa.”


Ia mengambil tas itu, lalu kembali berjalan pergi.

“Makasih lagi, Cher.”


Acheron tidak menjawab.

Juga tidak melirik.


Kirene menggeser pintu kelas itu, lalu berjalan menyusuri lorong.


“Oi, Ren.”

Panggil seseorang dari belakang.


Kirene menghentikan langkahnya, lalu menengok.


Caelus berdiri di belakangnya, sambil tersenyum kecil.

“Kemana?”


Kirene terdiam sesaat, dengan alis terangkat.

“Caelus? Darimana?”


Caelus mengarahkan tangannya ke belakang.

“Toilet lah, mana lagi.”


Kirene mengangguk pelan, lalu mengulurkan tangan yang membawa tas milik Caelus.

“Ini, tas mu ketinggalan.”


Caelus menatap tangan Kirene sesaat, lalu mengambil tas yang ada di tangannya.

“Makasih.”


Ia menyampirkan tas ke bahu, lalu melangkah melewatinya, tanpa mengatakan apapun.

Lihat selengkapnya