Mereka mulai melangkah keluar dari bangunan itu, dan sekarang berdiri di depan gerbang.
Kaslana menoleh ke belakang, sambil mengayunkan tangannya ke depan.
Kirene terdiam dengan tatapan sedikit kebawah.
Perlahan kakinya melangkah maju ke depan, mengikuti kaslana dari belakang.
Mereka berjalan melewati rumah demi rumah.
Melewati beberapa orang yang ikut berjalan di jalan yang sama.
Kaslana menengok belakangnya.
Kirene berjalan seirama dengan langkah kakinya.
Tidak cepat, juga tidak lambat.
Pandangannya sedikit kebawah.
“Ren, samping gw aja napa. Ilang lu nanti kalo di belakang.”
Kirene meliriknya, sambil sedikit mengangkat alis.
“Oh, boleh?”
Kaslana terdiam sesaat, lalu menganggukkan kepalanya perlahan.
“Boleh… emang kenapa ga boleh?”
“Engga, gapapa, Biasanya bareng caelus aku di belakangnya.”
Ucapnya sambil berjalan ke samping.
Ia melambatkan langkahnya saat di sampingnya, agar sama dengan kaslana.
“Kamu tumben pulang cepet, lan.. Biasanya bareng Billy.”
Kaslana menghela nafasnya kecil.
“Dia bolos mulu, apalagi Caelus, dia mulai nitipin gw ke lu.”
Ia memasukkan tangan ke dalam saku celana.
“Ga tau sampe kapan, dia sendiri ga ngasih tau.”
Kirene terdiam sambil menurunkan pandangannya.
Kaslana meliriknya sebentar, lalu kembali menghadap ke depan.
“Ini perasaan gw doang atau… kalian mulai lebih jarang ngobrol.”
Kirene mengangkat pandangannya, lalu mengarah ke kaslana.
“maksudmu, lan?”
Kaslana mengeluarkan satu tangannya dari saku, lalu menunjukkan jari telunjuk ke arah Kirene.
“awalnya gw sering liat kalian bercanda, ketawa ketiwi kayak orang gila.”
Ia menurunkan tangannya.
“Tapi sekarang, buset dah. Bacotan kalian aja kaga ada sama sekali, bahkan ga peduli pas digodain.”
“Godain… Kayak gimana?”
Kaslana berdeham pelan.
“Nanti kalo Kirene milih gw gimana, gitu.”
Tatapannya berpindah sesaat ke arah Kirene.
Ia hanya diam, dengan tatapan terpaku.
Kaslana menahan nafasnya, sambil menggaruk kepala.
“Ya… Ga beneran loh, ren, emang gitu gw ngomongnya, jujur no ngarang.”
“Bukan itu, maksudnya dia ngomong gapapa emang kenapa?”
Kaslana tertawa tipis.
“Biasanya Caelus setidaknya respon kayak, aneh lah, kadang bacot, tapi sekarang, dia bilang gapapa?”
Ia tertawa tipis.