Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #27

Chapter #27

Kirene berjalan pelan, melewati beberapa murid yang masih berada di pintu masuk bangunan itu.


Langkahnya terhenti tepat di gerbang depan sekolah.

…

Tidak ada orang yang menunggunya.


Pandangannya beralih ke belakang.

Masih ada beberapa murid yang berjalan keluar dari bangunan itu.

Namun tidak ada orang yang dikenalnya…


Pandangan Kirene kembali menghadap depan, lalu menoleh ke samping kiri.


Jalanan membentang jauh, seolah tak ada ujungnya.

Cahaya semakin redup… Hanya perlu beberapa menit lagi sebelum lampu jalanan menyala.


Ia menghembuskan nafasnya perlahan dari mulut, lalu mulai berjalan menuju rumahnya.

Sendirian… Tanpa orang disamping maupun depannya.


Satu langkah… dua langkah…

Ia melewati setiap rumah yang berada di kota itu.


Aktivitas warga mulai berkurang.

Satu persatu dari mereka mulai memasuki rumah masing-masing.


Sinar mentari semakin redup…

Lampu jalan mulai menyala secara serentak.


Kirene tanpa sadar memperlambat langkahnya, sambil menoleh ke sekitar.


Ia semakin jauh dari bangunan itu.

Namun… semakin dekat juga dengan rumah tua itu.


Kirene semakin memperlambat langkahnya, sampai terhenti sepenuhnya.

Tatapannya langsung terpaku ke rumah tua di sebrang jalan.


Terlalu gelap…

Belum ada orang yang memasuki rumah itu.


Ia menatapnya cukup lama, lalu perlahan menoleh ke belakang.


…

Tidak ada tanda tanda dari wajahnya.


Kirene kembali menghadap ke depan, lalu melanjutkan jalannya.


Matahari sepenuhnya tenggelam, jalan di depannya semakin gelap…


Kirene memegang kedua lengan dengan tangannya, lalu digesek perlahan.

Lihat selengkapnya