Blossom As Spring Renews

Arjun
Chapter #28

Chapter #28

Matahari sudah diatas langit sedari tadi, menyinari bangunan itu dengan cahayanya yang panas.

Beberapa murid memasuki bangunan itu dengan tenang.


Kirene menghentikan langkahnya di depan lorong.

…

Beberapa murid masih berkumpul disana.

Mengobrol… tertawa.


Ia menghela nafasnya tipis, lalu berjalan menuju kelasnya.


Pintu bergeser pelan.


Kirene memasuki kelasnya, dan langsung berjalan ke bangkunya.


Ia duduk di sana, lalu menoleh ke bangku di sampingnya.

…

Dia tidak masuk hari ini…


Tatapannya terpaku cukup lama, lalu memindahkan

Pandangannya ke kaslana.

“Lan, Caelus ga masuk?”


Kaslana menaruh pulpennya, lalu menoleh.

“Kayaknya, ga tau deh kenapa.”


Kirene tidak menjawab, hanya memalingkan wajahnya ke arah lain.


Bell berbunyi nyaring di seluruh kelas.

Pelajaran sebentar lagi akan dimulai.


Semuanya berjalan dengan aman.

Tidak ada kegaduhan.

Tidak ada yang menarik perhatian.


Pelajaran demi pelajaran terlewat dengan cepat.


Sampai akhirnya bell kembali berbunyi.

Waktu istirahat dimulai.


Kirene sekali lagi menatap bangku di sampingnya.

Biasanya… ada yang ngomel, atau setidaknya duduk di sana.


“Oi, Billy willy. Kantin gak?”

Ucap kaslana.


Kirene mengerjap pelan, lalu menoleh ke arah mereka berdua.


Billy bangkit dari bangku sambil meregangkan badannya.

“ayo aja, bayarin?”


Kaslana menatapnya datar.

“Gak.”


Kirene sedikit mengangkat tangannya.

“Lan, aku… ikut boleh gak? Mau ke kantin juga soalnya.”


Kaslana menoleh ke arahnya.

“Boleh aja.”


Ia tertawa kecil.

“Pasti ga berani sendirian, makanya ikut.”


“Ya… gitu deh.”


Pintu kelas bergeser cukup keras.


Rappa berjalan masuk ke kelas, lalu menghampiri mereka.

“kantin ga ngajak, parah. Cukup tau sih.”


Kaslana langsung menoleh ke arahnya, sambil menurunkan satu alis.

“Lu seharian kemana dah? Dari pelajaran pertama ga ada.”


Rappa menunjuk ke belakang dengan jari telunjuk.

“Gw terjebak di kelas sebelah, guru killer lagi. Ga berani gw keluar.”


Kaslana menggelengkan pelan kepalanya.

“Miris…”


Tatapannya berpindah ke acheron.

“Cher, ikut gak?”


Acheron tidak menjawab.

Ia hanya menggeleng pelan sekali, dengan tatapan terpaku ke luar.


Kaslana mengangkat bahunya, lalu berjalan pergi.

“Oke, padahal ga sering kita kayak gini.”

Lihat selengkapnya