“Weh, Kirene, pacar lu tuh?”
Gumam seseorang di belakang mereka berdua.
Langkah Kirene dan kaslana langsung terhenti, lalu perlahan menoleh ke belakang.
Seseorang bersandar di pagar, dengan hoodie menutup wajahnya.
Orang itu berdiri tegak, lalu berjalan mendekati mereka.
“diem diem punya cowok, anjay.”
“Siapa, ya?”
Tanya Kirene yang kebingungan.
Orang itu berdecak kecil, lalu berhenti di depan mereka.
“Selalu gitu, kayak orang asing aja dah gw.”
Kaslana menatapnya datar.
“Situ muka ditutup, gimana mau kenal.”
“Bener juga…”
Balasnya dengan nada pelan.
Ia menarik tudung Hoodie ke belakang.
Menampakkan penuh wajahnya.
Mata Kirene langsung membelalak lebar.
“Yura…?”
Yura terkekeh tipis, lalu tersenyum ke arahnya.
“Yo, gw tinggal bentar langsung dapet cowok jir.”
Kaslana berdecak pelan.
“mau gw tampol, tapi masih asing…”
Ia memiringkan kepalanya ke samping, lebih dekat ke Kirene.
“ini siapanya lu, Ren?”
“Gw Yura, temen lama dia ama…Temen lama Caelus, perlu gw ceritain gimana kita ketemu gak?”
Balas Yura dengan santai.
Kaslana mengangkat kedua tangannya ke atas.
“Engga, lama lamain nanti, gw kaslana.”
Yura memindahkan pandangannya ke samping.
“Kok ga bareng caelus? pasti abis berantem~.”
Kirene tersentak tipis.
Tatapannya berpindah cepat ke kiri, lalu kanan.
“E-engga kok, dia ga masuk sekolah. Ga tau tapi alasannya kenapa.”
Yura tertawa lepas.
“Bercanda, bercanda.”
Ia memegang bahu kaslana, lalu menepuknya pelan.
“Biar gw aja yang anter dia, lu pulang juga gapapa.”
Kaslana terdiam sesaat, dengan tatapan mengarah ke pegangannya.
“... Oke… lebih ringan beban gw jadinya.”
Tatapan kaslana berpindah ke Kirene.
“Kalo gitu, gw pulang ya. Nikmatin reuni nya.”