Blurb
Kinanti tidak pernah benar-benar ingin menang, ia hanya ingin tidak hilang. Namun di antara keluarga yang terasa seperti rumah dan perlahan berubah menjadi bayangan, ia belajar satu hal yang menyakitkan: menjadi "cukup" kadang berarti menjadi orang lain. Kejujuran justru diuji oleh batas yang tak terlihat.
Dan ketika semua orang berusaha menjadi yang terbaik, Kinanti dihadapkan pada pilihan paling sunyi tetap utuh, atau akhirnya diterima. Ia memilih dan tidak semua pilihan membawa kemenangan.