Malam tidak benar-benar dingin. Hanya terasa dingin karena aku tidak lagi punya tempat untuk kembali.
Pintu itu masih terbuka di belakangku. Rumah itu masih berdiri. Lampunya masih menyala daan orang-orang di dalamnya masih ada. Namun, aku mengerti sesuatu yang selama ini luput kupahami: Tidak semua tempat yang bisa dimasuki… bisa disebut rumah.
Aku melangkah keluar tanpa menoleh lagi. Bukan karena tidak ingin tapi karena aku tahu tidak ada yang akan berubah, bahkan jika aku menoleh.
Halaman itu luas. Rumputnya rapi. Udara malam membawa bau tanah yang basah. Semua terlihat tenang. Seperti tidak pernah ada yang retak di dalamnya.
Aku berhenti di depan pagar. Tanganku menyentuh besi dingin itu.
Diam.
Rumah.
Aku mengulang kata itu dalam hati.
Sejak kecil, aku selalu berpikir rumah adalah tempat paling sederhana di dunia. Tempat di mana seseorang bisa pulang tanpa perlu menjelaskan apa pun. Tempat di mana diam tidak dianggap aneh. Tempat di mana kehadiran tidak perlu dibuktikan. Tapi malam ini aku belajar sesuatu yang lain.
Bahwa rumah… juga bisa menjadi tempat paling sunyi. Tempat di mana seseorang berdiri di tengah banyak orang, tapi tetap tidak terlihat. Tempat di mana kehangatan hanya milik mereka yang memang diakui dan aku tidak pernah benar-benar diakui.
Aku membuka pagar.
Pelan.
Tanpa suara.
Seolah takut mengganggu sesuatu yang bahkan bukan milikku.
Jalanan di luar sepi. Lampu-lampu jalan berdiri sendiri, memantulkan cahaya pucat ke aspal yang dingin.
Tidak ada suara kendaraan.
Tidak ada orang lewat.
Hanya aku. Langkahku sendiri.
Aku berjalan tanpa arah.
Tidak cepat.
Tidak juga lambat.
Hanya berjalan.
Setiap langkah terasa ringan. Aneh untuk seseorang yang baru saja kehilangan atau mungkin…aku tidak kehilangan apa pun. Karena sejak awal… aku tidak pernah memilikinya.
Aku tertawa kecil.
Pelan.
Hampir tidak terdengar.
Bodoh.
Aku memanggil diriku sendiri lagi.
Aku ingat bagaimana aku duduk di teras itu. Memegang secangkir kopi. Melihat seorang laki-laki lewat. Lalu membiarkan satu senyum kecil tumbuh menjadi sesuatu yang lebih besar.