Bodoh

Nova Yarnis
Chapter #7

Rahasia

Roni tidak lagi mengejarku. Ia berdiri di tempatnya. Melihatku menjauh. Sampai bayanganku hilang ditelan gelap. Namun ada satu hal yang tidak ikut hilang sesuatu yang sejak tadi menekan dadanya. Sesuatu yang selama ini ia simpan terlalu lama.

Ia mengusap wajahnya kasar. Menarik napas panjang. Lalu berbalik.

Rumah itu masih berdiri di sana.

Terang.

Tenang.

Seolah tidak pernah menjadi tempat yang menyimpan begitu banyak kebohongan.

Roni melangkah masuk.

Pintu terbuka.

Semua orang masih ada di ruang tengah.

Menunggu.

“Dia pergi?”

Suara kakak pelan.

Roni tidak langsung menjawab. Ia hanya berdiri diam.

“Roni.”

Nada suara itu berubah lebih serius.

“Iya,” jawabnya.

Dinda menyandarkan tubuhnya ke dinding. Tatapannya tajam. Namun, bukan untuk Kinanti melainkan Roni.

“Kamu biarin dia pergi?” tanyanya.

Roni menoleh.

“Kamu yang mulai,” jawabnya.

Dinda tersenyum miring.

“Dan kamu yang melanjutkan.”

Kalimat itu jatuh.

“Cukup.”

Suara kakak memotong.

Suasana sudah berubah terlalu banyak yang retak.

“Sudah waktunya kita jujur,” lanjut kakak pelan.

Roni tertawa kecil.

Pahit.

“Sekarang?”

“Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.”

Roni menggeleng.

“Dia sudah tahu.”

“Belum,” suara Dinda.

Semua menoleh padanya.

“Dia baru tahu setengahnya.”

Roni menatap Dinda lama.

“Jangan.”

Dinda melangkah maju.

“Kenapa?” tanyanya.

Ia menatap kakaknya lurus.

“Bukannya dari awal ini memang rencana?”

Kata itu…

Rencana.

Menggantung di udara.

Roni mengepalkan tangannya.

“Jangan sebut itu lagi.”

Lihat selengkapnya